Buru Rampok Sadis, Polisi Bentuk Tim Khusus

Pasangan Suami Istri Dibantai Kawanan Perampok
OLAH TKP: Petugas Kepolisian ketika melakukan olah TKP rumah korban perampokan yang menewaskan Amaq Jon, dan istrinya kritis di rumah sakit. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Kasus perampokan sadis yang terjadi di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lotim  yang telah menewaskan seorang warga, kini masih dalam proses penyelidikan.

Penanganan kasus ini bahkan di- back- up langsung oleh Polda NTB. Termasuk Polres Lotim dan Polda NTB juga telah membentuk tim khusus untuk mengungkap sindikat perampok yang tega menghabisi  korbannya tersebut. Kapolres Lotim, AKPB Wingky Adhityo Kusumo, mengatakan kasus curas yang terjadi di Sekaroh beberapa hari lalu yang  menewaskan seorang warga, menjadi atensi Ditreskrimum Polda NTB. Sampai saat ini para petugas masih di lapangan, untuk memburu para pelaku. “Anggota masih di lapangan. Kita di- back- up langsung oleh Polda,” ungkapnya, Kamis kemarin  (1/6).

Untuk sementara ini, pihaknya mengaku belum mengetahui para pelaku yang jumlahnya sekitar 25 orang tersebut. Namun pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terus dilakukan. “Untuk kasus ini masih kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi. Mohon doa supaya pelaku cepat terungkap,” pinta Kapolres.

Menurutnya, tingginya kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah selatan Lotim, memang menjadi perhatian mereka. Ini dibuktikan dengan dilakukan patroli rutin dengan di back-up anggota Brimob yang bersenjata lengkap.

Patroli rutin ini telah berjalan selama satu bulan. Sejumlah wilayah yang rawan kriminalitas tak luput dari pemantauan mereka. “Ini sudah satu bulan berjalan, kita diback up anggota Brimob,” lanjut Wingky.

Namun katanya, dengan keterbatasan anggota yang ada, ditambah wilayah selatan yang cukup luas, juga menjadi kendala yang masih mereka hadapi saat ini. Terlebih lagi  sebutnya, pemukiman warga di wilayah selatan ini antara satu dengan lainnya jaraknya cukup jauh. “Kesulitan kita, karena wilayah selatan ini sangat luas. Dan rumah rumah penduduknya juga berpencar-pencar,” terang dia.

Terpisah, anggota DPRD Loim Dapil selatan, Syamsul  Rijal prihatin melihat maraknya kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah selatan. Baik itu pencurian, perampokan dan sejumlah kasus kejahatan lainnya. Salah satunya kasus perampokan yang berujung tewasnya salah seorang warga di wilayah Sekaroh, setelah dibantai oleh kawanan perampok.

“Masyarakat wilayah selatan sekarang selalu dihantui rasa tidak aman. Buktinya kasus yang terjadi saat ini. Ketika musim panen jagung, warga selalu menjadi sasaran para pelaku kejahatan,” sesalnya.

BACA JUGA :  Polisi Amankan Mucikari dan PSK

Menyikapi persoalan ini lanjutnya, pemerintah daerah harus segera bersikap. Mereka jangan hanya mengandalkan pihak kepolisian saja. Namun pemerintah daerah mulai  dari pemerintah desa, kecamatan, bahkan pemerintah kabupetan  juga harus berperan dan terlibat untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Selatan.

Dia menilai, maraknya kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah selatan juga karena minimnya perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah itu sendiri. “Harus ada perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Pemerintah daerah ini harus duduk bersama dengan kepolisian. Kalau  pemerintah daerah sendiri tidak bisa memberikan rasa aman bagi warganya. Lalu dimana peran dan tanggung jawab mereka sebagai pemerintah daerah,” sebutnya.

Ketika terjadi kasus seperti ini, pemerintah kecamatan jangan hanya diam. Karena mereka punya tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan di wilayah pemerintahannya. Sehingga kedepan kasus serupa tidak terus terjadi kembali. Tidak hanya di wilayah selatan saja, melainkan juga sejumlah wilayah lainnya di Lotim. “Kalau terus seperti ini, kenapa pemerintah daerah tidak menganggarkan untuk keamanan di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Dengan anggaran keamanan yang diberikan pemerintah daerah ini, nantinya bisa digunakan untuk memberikan fasilitas keamanan bagi aparat kepolisian, terutama petugas Babinkamtibmas yang ditugaskan di setiap desa. Pemerintah daerah jangan hanya memberikan anggaran bagi desa saja. Melainkan anggaran untuk kemanan ini juga dianggap sangat perlu.

“Artinya polisi juga diberikan sepeda motor. Jangan hanya Kadus dan Kades saja yang diberikan sepeda motor. Nanti itu bisa digunakan oleh petugas untuk patroli setiap malam,” sarannya.

Baginya, wilayah selatan ini sangat perlu untuk diberikan pengawasan yang khusus. Dengan anggaran yang ada, nantinya juga bisa digunakan untuk membangun posko pengamanan di setiap desa yang ada di wilayah selatan. Nantinya posko itu bisa dimanfaatkan untuk melakukan ronda malam.

“Dengan dana yang maksimal dikeluarkan, juga bisa digunakan untuk membangun pos ronda. Jangan hanya andalkan polisi saja. Keberadaan petugas Linmas juga harus dimaksimalkan. Karena  anggaran di desa juga banyak,” tutupnya. (lie)