Buron Tiga Tahun, Begal WNA Ditembak

begal WNA
DITEMBAK: Salah satu begal WNA, Zaenudin warga Dusun Ujung Desa Kuta saat diamankan oleh aparat kepolisian, Selasa (16/7). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Usai sudah pelarian Zaenudin alias Udin, 35 tahun, warga Dusun Ujung Desa Kuta Kecamatan Pujut ini. Setelah tiga tahun menjadi buronan kepolisian setelah melakukan aksi pembegalan dengan warga negara asing (WNA). Kini akhirnya pelaku berhasil ditangkap, bahkan pelaku harus dihadiahi timah panas karena melawan saat dilakukan penangkapan.

Pelaku ditangkap hari Selasa (16/7) sekitar  pukul 04.30 Wita oleh Tim Resmob Polres Lombok Tengah. Udin ditangkap berdasarkan laporan polisi LP/58/VIII/2016/NTB/Res.Loteng/Sek.Kuta pada 27 Agustus 2016 silam. Aksi itu dilakukan di Pantai Serenting Dusun Ujung Desa Kuta Kecamatan Pujut dengan korban Tesenova Margarita Ilianova, 32, warga negara Bulgaria.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti (BB) berupa satu buah tas warna merah yang berisi satu unit kamera merek Nicon F 530, tiga buah note book, satu unit sepeda motor merek Honda Beat warna biru putih DR 2375 CH, dan lima unit sepeda motor Honda Vario DR 6890 TP yang diduga hasil kejahatan para pelaku.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang menegaskan, penangkapan pelaku bermula karena jauh sebelumnya teman pelaku ditangkap karena melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) yang korbannya merupakan orang asing. Saat komplotannya ditangkap, pelaku ini berhasil melarikan diri dan kabur ke luar daerah. “Pelaku ini melarikan diri ke Sumatera dan setelah 3 tahun menjadi DPO kemudian pelaku pulang. Setelah pelaku pulang kerumahnya, kemudian tim langsung melakukan penangkapan dirumah pelaku yang diketahui baru beberapa hari ini pulang dari pelariannya,” ungkap Rafles, Rabu (17/7).

Ketika ditangkap petugas, pelaku berusaha melarikan diri kemudian pelaku langsung diberikan tindakan tegas untuk melumpuhkan dengan menembak kaki pelaku. “Setelah kita lumpuhkan, pelaku selanjutnya dibawa ke Puskesmas Sengkol untuk mendapatkan tindakan medis. Selanjutnya pelaku dibawa ke Satreskrim Polres Lombok Tengah untuk dilakukan pemeriksaan,” tambahnya.

Rafles menceritakan, aksi yang dilakukan pelaku dan kawan-kawannya terjadi pada Sabtu (27/8/2016) sekitar pukul 21.00 Wita di pantai Serenting. Pelaku yang berjumlah lima orang melakukan pencurian dengan kekerasan dengan korban WNA yang saat itu sedang berkemah dengan suaminya di pinggir pantai Serenting. “Para pelaku saat itu membawa parang dan kayu mendatangi korban dan menyuruh korbam untuk duduk. Tetapi korban tidak mau duduk dan suami korban mengambil kayu di lokasi kejadian untuk melawan pelaku. Salah satu pelaku mengambil tas korban, selanjutnya para pelaku melarikan diri,” jelasnya.

Rafles menegaskan, semua komplotan pelaku sudah ditangkap tidak lama setelah melancarkan  aksinya. Tapi Udin berhasil lolos dan kasusnya terus dikembangkan petugas. Karena kuat dugaan bahwa aksi yang dilakukan pelaku tidak di satu tempat saja. “Para pelaku ini memang tergolong komplotan sadis. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya jika melawan,’’ tambahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, Udin harus mendekam di penjara dan terancam hukuman 7 tahun penjara karena melanggar pasal 363 tetang pencurian dengan kekerasan. “Kita masih melakukan pengembangan kemungkinan masih banyaknya TKP lain yang dilakukan oleh pelaku dan kawan-kawannya,” terangnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid