Bupati Sukiman Ajak PGRI Bantu Genjot IPM Lotim

KONFERDA : Bupati Lombok Timur H Sukiman Azmy saat menghadiri Rapat Kerja PGRI Lombok Timur. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Bupati Lombok Lombok Timur H Sukiman Azmy meminta kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk tetap mempertahankan eksistensi organisasi.  Selain itu, PGRI Lotim juga diminta ikut meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kita ingin PGRI Lotim ikut berperan aktif dalam menggenjot peningkatan IPM menjadi lebih baik lagi kedepannya dari sisi kualitas dan mutu pendidikan,” kata Bupati Sukiman Azmy saat menghadiri Rapat Kerja PGRI Lombok Timur, Rabu (10/3).

Bupati Sukiman juga menyebut terdapat lima hal yang harus dilaksanakan PGRI Lombok Timur sebagai mitra pemerintah daerah, pertama adalah meningkatkan eksistensinya, sehingga kehadiran PGRI dapat benar –benar dirasakan oleh masyarakat. Kedua adalah PGRI memantapkan kembali organisasi dengan memberikan batas waktu yang jelas bagi pelaksanaan musyawarah cabang, agar dapat terlaksana dengan sabik-baiknya dengan harapan organisasi yang mantap dapat terbentuk bahkan sampai ke tingkat desa.

Bupati Sukiman juga berjanji pemerintah daerah siap mendukung pemantapan organisasi PGRI dengan menyediakan sekretariat, agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Eksistensi kemantapan organisasi ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan sekertariat,” kata Bupati Sukiman,

Bupati Sukiman meminta nantinya sekteriat yang akan diberikan agar  dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai penanda mantapnya organisasi PGRI di Lombok Timur dengan cara memaksimalkan aktivitas dan menghidupkan suasana organisasi. Setelah memantapkan organisasi, PGRI diminta memantapkan personil dengan cara memilih orang-orang yang benar-benar kompeten sebagai pengurus, yaitu orang-orang yang mau, mampu dan punya waktu untuk mengkonsolidasikan PGRI dengan sebaik-baiknya.

“Kunci dari pemantapan personil ini adalah personil professional,” katanya.

Selanjutnya, ketiga adalah PGRI diminta memantapkan program kerja. Menutur Bupati Sukiman, program kerja yang dibuat harus memiliki target pencapaian, sehingga terlaksananya program kerja yang bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Dengan demikian, PGRI dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan IPM Lombok Timur.

Bupati juga menyinggung kasus pernikahan usia dini yang angkanya cukup tinggi di Lombok Timur. Karena itu, guru diminta untuk tidak langsung memberhentikan atau memutus pendidikan anak-anak yang sudah terlanjur menikah usia dini. Guru diminta untuk bisa membimbing dan mengakomodasi siswa yang sudah terlanjur menikah agar maksimal mendapatkan ijazah.

Keempat PGRI diminta memantapkan konsolidasi yang menyangkut internal organisasi. PGRI harus mampu meneguhkan persatuan dan kesatuan, sehingga tidak ada lagi organisasi-organisasi lain. Dengan adanya konsolidasi, maka faksi-faksi yang ada bisa terakomodir dan dapat mempermudah pemerintah daerah dalam memfasilitasi organisasi PGRI.

“Kelima “Mantap” ini jika dipraktikkan dengan serius, akan menghasilkan sesuatu di luar dugaan. Suatu organisasi akan mampu melaksanakan tugas, fungsi, dan kewajiban yang diamanatkan oleh organisasi kepada pengurus,” pungkasnya. (wan)