Bupati : RSUD Tripat tidak Defisit, Cuma Rugi

RSUD Tripat tidak Defisit
DIKELUHKAN : Salah satu pelayanan RSUD Tripat yang dikeluhkan warga adalah mahalnya biaya parkir. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG-Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid angkat bicara terkait kondisi keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat yang disebut mengalami defisit keuangan hingga miliaran rupiah. Menurut bupati, kondisi keuangan RSUD Tripat bukan defisit tapi hanya merugi karena menjalankan fungsi sosialnya sebagai pelayanan masyarakat dan bidang kesehatan.”Rumah sakit bukan defisit, tapi alami kerugian,” kata bupati  saat ditemui kemarin (30/9).

Rumah Sakit ini milik pemerintah daerah. Jadi katanya, pemerintah daerah pasti akan memenuhi kebutuhan keuangan rumah sakit. Ketika sekarang dana bantuan sosial (Bansos) habis, maka yang berutang itu adalah pemerintah daerah. Karena nanti bansos yang tidak bisa dibayarkan pada tahun ini akan dibayarkan oleh daerah pada tahun depan. Rumah sakit tidak hanya menjalankan fungsi bisnis sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), namun juga harus menjalankan fungsi sosial. Ketika ada warga yang mengalami sakit dan tidak memiliki biaya, maka pihak rumah sakit harus memberikan pelayanan dengan mengedepankan fungsi sosial.”Rumah sakit harus menjalankan fungsi sosialnya,” ungkap  bupati.

Fauzan memastikan anggaran untuk Bansos tetapi ada. Pemkab juga terus melakukan perbaikan data peserta BPJS yang dibayarkan oleh Pemkab Lobar (PBI), sehingga kedepan jumlah masyarakat miskin yang belum ter-cover BPJS akan semakin turun, sehingga jumlah pengeluaran bansos bisa ditekan seiring bertambahnya jumlah masyarakat yang dicover BPJS Kesehatan.

Disatu sisi, untuk menekan agar tidak banyak warga mengakses bantuan sosial tersebut, pihak pemerintah desa diminta selektif mengeluarkan rekomendasi. Karena kadang ada juga masyarakat yang merasa diri mampu, namun tetap ingin diberikan bantuan sosial.”Memang Kades serba salah, jika tidak memberikan rekomendasi, ini memang harus ada kesadaran masyarakat,” imbuhnya.

Pemkab Lobar saat ini sedang melakukan penghitungan fiskal daerah agar ada penambahan dana bansos untuk pasien miskin.”Kita sedang hitungan kebutuhan fiskal kita,” ungkapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Lobar, Jumarti, akan memanggil pihak rumah sakit untuk melakukan koordinasi dan mendengarkan laporan kondisi keuangan. Karena kedepan keberadaan pelayanan RSUD Tripat harus diubah agar bisa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.”Kita akan koordinasi untuk mendapatkan solusi,” ungkapnya.

Dewan mendorong agar perbaikan infrastruktur kesehatan lebih diperhatikan. Karena infrastruktur kesehatan di sejumlah layanan masih banyak yang tidak layak seperti Polindes dan lain-lain.(ami)