Bupati Luncurkan Mesin Roasting Kopi Berbasis Android

MESIN : Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meresmikan mesin roasting kopi berbasis android hasil karya IKM Kabupaten Lombok Barat di kantor Dinas Perindag Lobar (26/3) kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Industri Kecil Menengah ((IKM) logam dan mesin di Kabupaten Lombok Barat di bawah binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Prindag) Kabupaten Lombok Barat merakit mesin roasting (pembakar) kopi berbasis android. Secara resmi mesin roasting ini diluncurkan oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid di kantor Dinas Prindag Lobar, Jumat (26/3).

Usai meresmikan, bupati langsung melihat bagaimana cara kerja mesin kopi ini. Kepada wartawan, bupati mengatakan, alat roasting buatan IKM  Lobar ini resmi diluncurkan.” Mesin roasting kopi buatan IKM kita di Lobar sudah resmi kita launching,” kata bupati.

Mesin roasting ini diluncurkan setelah melalui beberapa kali tahap uji coba untuk kemudian dipasarkan secara luas. Meskipun tak menutup kemungkinan ada kekurangan yang nantinya akan disempurnakan. Tinggal kata dia, Pemkab mengupayakan pemasaran alat ini.”Pangsa pasar alat ini tidak akan sulit, karena dari sisi keistimewaan alat ini luar biasa, karena bisa dipantau dari android,” jelasnya.

Selama ini alat roasting kopi didominasi oleh produk luar daerah. Akan tetapi keistimewaan alat yang dihasilkan IKM Lobar yang tak dimiliki produk luar yakni dioperasikan lewat android. Sehingga tingkat panasnya bisa terukur, yang istimewanya juga misalnya hari ini roasting kopi, besoknya dengan panas yang sama bisa diatur.”Jadi kalau mau roasting lagi, tinggal dicari rekaman itu, sehingga bisa dihasilkan kualitas pembakaran yang sama dengan kopi yang sebelumnya,” tegas bupati.

Alasan lain pangsa pasar alat ini tidak terlalu sulit, karena tingkat konsumsi kopi di Indonesia secara umum terus meningkat di atas 10 persen. Kecenderungan yang sama terjadi di luar negeri. Sasaran pasar alat ini nantinya adalah dalam dan luar negeri. Bahkan beberapa IKM juga sudah melakukan ekspor dan sedang dilakukan pejajakan. Untuk kebijakan Pemkab untuk membantu pemasaran, kalau ada usaha kecil butuh alat roasting akan diarahkan mengambil di IKM lokal. Begitupula untuk program bantuan OPD, kalau ada bantuan hibah akan diwajibkan membeli alat ini.” Kita akan buat kebijakan, jika ada program untuk bantuan pengadaan alat roasting, kita akan wajibkan agar membeli produk IKM kita,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindag Lobar, H. Sabidin, mengatakan  mesin yang berhasil diciptakan ini adalah hasil IKM logam dan besi dibawah binaan Dinas Prindag Lobar. Dimana beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengumpulkan para pelaku IKM ini. Hasilnya mereka berkolaborasi sehingga menemukan mesin roasting kopi ini.”Disperindag memiliki kerjasama yang cukup baik dengan IKM kita, sehingga kita bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Logam (Aspel)  Kabupaten Lombok Barat,“ kata Sabidin.

Mesin roasting ini diklaim adalah satu-satunya mesin roasting di Indonesia yang berbasis android, sehingga ke depan nanti mesin ini akan dipatenkan agar menjadi karya IKM Kabupaten Lombok Barat.”Akan segera kita patenkan karena ini satu-satunya di Indonesia,”tegasnya.

Sejauh ini beberapa pihak sudah banyak yang mengontak dari beberapa daerah. Karena alat ini sendiri baru sehingga alat ini belum banyak yang tahu dan baru dirilis atau diluncurkan secara resmi. Untuk meningkatkan keterampilan IKM pihaknya memberikan pelatihan melibatkan Aspel. Selain itu untuk standarisasi produk IKM terutama agro, pihaknya menandatangani MOU dengan Unram. Kemudian kaitannya dengan digitalisasi, mesin dihasilkan IKM dikerjasamakan dengan aspel (asosiasi pengusaha logam) Lobar.

Untuk produk IKM  ini lanjut Sabidin, tidak hanya roasting kopi. Namun sudah banyak dihasilkan oleh IKM. Seperti yang dilaunching oleh bupati, ada 20 mesin produk hasil pelatihan IKM. Saat ini, produk-produk ini sedang dipromosikan ke semua OPD sehingga diharapkan OPD bisa membelinya. Upaya pengembangan produk lokal ini terus digalakkan agar Lobar bisa swasembada alat atau mesin. “Target kita Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2025 bisa swasembada mesin, jadi gerakan Ayo Pakai Produk Daerah harus kita galakkan,” tegasnya.(ami)