Bupati Lotim Kritik Rilis Data Covid-19 Pemprov

Rilis Dianggap tak Sesuai Fakta

EVALUASI : Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid 19 di Lotim. Dikesempatan itu, bupati juga sempat mempersoalkan rilis data yang dikeluarkan Pemrov yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. (Ist for Radar Lombok)
EVALUASI : Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid 19 di Lotim. Dikesempatan itu, bupati juga sempat mempersoalkan rilis data yang dikeluarkan Pemrov yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. (Ist for Radar Lombok)

SELONG – Bupati Lombok Timur HM Sukiman secara tidak langsung menyampaikan kritik terhadap rilis data Covid-19 yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi NTB terutama untuk kasus di Lotim. Dimana rilis jumlah kasus di Lotim tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Lotim saat rapat koordinasi (Rakor) evaluasi penanganan kasus Covid-19 di Lotim yang digelar di ruang kerjanya, Senin (3/9). Bupati meminta dinas terkait untuk segera lakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemrov NTB.Laporan yang  saya terima  kerap tidak sesuai dengan rilis provinsi NTB. Rilis  tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” kata Sukiman.

Terlebih lagi pada pertengahan Agustus ini Pemkab mengeluarkan kebijakan untuk membuka kembali semua sekolah di Lotim  yang telah lama dilarang belajar tatap muka akibat Corona.  Karenanya berkaitan dengan penanganan, Sukiman juga meminta untuk dilakukan penyesuaian nomenklatur Gugus Tugas menjadi Satgas supaya segera diselesaikan. Perampingan Satgas Covid ini juga supaya dilakukan penyesuaian, terutama supaya lebih mengutamakan petugas lapangan, terutama menyangkut kebisaan baru di keramaian dan kerumunan.”Pemerintah kecamatan juga kita harapkan dapat mendinamiskan kondisi di lapangan,” pesan bupati.

Selain masalah Covid-19, Rakor itu juga dibahas terkait dengan bantuan Pemkab untuk lakukan operasi bayi kembar siam Anaya dan Inaya. Bantuan biaya operasi telah dikumpulkan dari berbagai sumber yaitu dari rumah sakit, Dinas Kesehatan,  Baznas, dan donatur yang lain. Pemkab sendiri katanya, mengupayakan agar bayi kembar siam itu bisa segera menjalani operasi. Tapi yang masih menjadi kendala adalah kondisi Covid-19 sehingga menyebabkan dokter yang akan didatangkan dari Surabaya belum didatangkan. “Paling lambat operasi kita targetkan awal 2021 mendatang,“ lanjutnya.

Hal lain yang dibahas soal pengawasan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Meskipun  Lotim telah menyelesaikan validasi dan verifikasi data serta telah pula memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan tetapi perlu dipantau ketepatan penyaluran, baik dari segi waktu maupun kualitas pangan yang disalurkan.”Penyiapan regulasi untuk berbagai rencana dan tindakan yang diambil Pemda juga penting untuk dilakuka. Makanya saya minta agar regulasi yang dibutuhkan untuk sejumlah rencana dapat segera disipakan ‘’ lanjutnya.

 Rencana tersebut diantaranya renovasi Pusat Pertokoan Pancor (Pancor Trade Center = PTC), pembangunan pabrik es batu skala besar di Tanjung Luar, dan Rencana Detail Tata ruang (RDTR) Sembalun untuk pengembangan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata.

Berikutnya, soal kekeringan, bupati menyebutkan air bersih wilayah  terus diupayakan agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain d  melalui sumur bor yang diharapkan mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian, Bupati juga meminta kesiapan untuk distribusi melalui sumber daya yang ada saat ini.” Sehingga  pada musim kemarau nanti semua sudah siap ‘’ tutupnya.(lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaBARU: Mamiq Mudji Banyak Tunjukkan Keteladanan
Berita berikutnyaAlat Rapid Test Buatan NTB Tengah Diproduksi Massal