Bupati Kerahkan GTT Berantas Buta Huruf

HM Suhaili FT (Dok/Radar Lombok)

PRAYA-Tingginya angka buta huruf di Lombok Tengah, langsung direspon Bupati HM Suhaili FT.

Dia langsung mengeluarkan kebijakan memberikan beban tambahan untuk semua guru, baik honorer maupun PNS. Mereka akan diterjunkan langsung mengajar masyarakat yang buta huruf. Tentunya melalui Pusat Kegiatan Bimbingan Belajar (PKBM) yang ada.

Instruksi baru ini akan mulai dilaksanakan para guru pada 2017 mendatang.  Kebijakan ini dikeluarkan bupati untuk merespon hasil survei Badan Pusat Statiatik (BPS) Lombok Tengah yang menemukan, bahwa masih tingginya angka buta huruf di daerah itu. “Angka buta aksara kita di Lombok Tengah masih tinggi sesuai data BPS,’’ sebut Suhaili, Jumat (25/11).

Untuk itu, sambung dia, semua guru harus membantu mengurangi beban Dinas Dikpora ini. Semua guru akan diberikan jam tambahan untuk mengajar masyarakat yang ikut dalam program Keaksaraan Fungsional (KF). Terutama 4.360 guru tidak tetap (GTT) yang tersebar di SD, SMP dan SMA/SMK. Masing masing diberikan beban minimal 10 orang.  ‘’Penambahan beban ini akan dibarengi dengan tali asih dari Pemkab Lombok Tengah,’’ janjinya.

Bupati dua periode ini juga berjanji, akan mengeluarkan SK GTT yang memiliki kelompok belajar. Kelompok ini sekaligus akan menjadi beban tambahan GTT ini dalam memberantas buta aksara. Tapi tentunya, setiap kelompok akan disertifikatkan jika memenuhi persyaratan. ‘’Tahun 2017 saya akan keluarkan SK untuk GTT. Tapi akan ada syaratnya, termasuk punya kelompok belajar akan jadi prioritas,’’ jelasnya.

Ditambahkan Suhaili, guru yang memilii SK GTT akan diberikan gaji setiap bulan. ‘’Masalah jumlahnya berapa dibutuhkan, akan kita bahas nanti. Yang terpenting GTT yang 4.360 orang ini harus mampu memenuhi syarat. Karena gaji juga sudah kami siapkan per bulannya,’’ pungkasnya. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid