Bupati Kantongi Empat Nama Calon Direktur RSUD Praya

Lalu Firman Wijaya (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAKekosongan jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya semenjak ditinggalkan dr Muzakir Langkir masuk penjara karena tersandung kasus korupsi, akhirnya kini akan segera terisi. Sudah ada empat nama yang sudah mengikuti sejumlah tahapan untuk menjadi direktur. Keempat nama ini sudah berada di tangan Bupati Lombok Tengah.

Sekda Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya membeberkan, sebenarnya ada sepuluh yang diusulkan. Namun dalam perjalanannya, ada empat orang calon direktur RSUD Praya yang datang, yakni dr Baiq Susilawati, dr Wahyu, dr Maman, dan dr Basirun. Sehingga empat orang inilah yang dilakukan asesmen untuk menentukan siapa yang layak menjadi direktur. “Saat asesmen ini ada psikotes, wawancara dan dari empat orang ini disampaikan profil mereka. Sudah kita laporkan ke Bupati dan Wakil Bupati terkait yang empat orang ini, sehingga nanti merekalah (Bupati dan Wabup, red) yang akan memilih siapa yang akan menjadi Direktur RSUD Praya,” ungkap Lalu Firman Wijaya kepada Radar Lombok, Sabtu (22/10).

Baca Juga :  Sungai Meluap, Puluhan Rumah di Kampung Jawa Terendam Banjir

Firman menegaskan, dengan adanya empat nama ini, pihaknya berharap agar direktur definitif ini bisa lebih tercepat terealisasi. Meski pihaknya tidak menargetkan kapan akan dilakukan pelantikan namun baginya penempatan direktur yang definitif lebih cepat lebih baik. “Jadi tahapannya asesmen dan hampir sama dengan untuk mencari jabatan eselon II tapi ini bukan pansel. Jadi kita akan ambil dari berbagai sisi baik dari pengalaman dan lain sebagainya,” terangnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Praya ini menegaskan, yang dibutuhkan pihak RSUD Praya saat ini adalah bagaimana pengelolaan manajemen yang baik, termasuk berbagai terobosan lainnya. “Jika dilihat dari sisi manajemen tentu kita lihat dari latar belakang pendidikan dan mereka memang menjadi leader yang tumbuh dari pengalaman karena RSUD ini kompleks persoalannya,” terangnya.

Baca Juga :  Terkendala Kesehatan, Wapres Batal Hadir di WSBK

Di satu sisi, RSUD Praya sedang mengikuti penilaian akreditasi. Apa yang menjadi persoalan di rumah sakit seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM) hingga sarana dan prasarana sangat penting untuk dibenahi. “Contoh pada selasa lalu memang ada penumpukan pasien di IGD. Inilah yang kita coba diskusikan juga, dengan manajemen yang lain apa yang menyebabkan terjadi penumpukan. Ternyata pasien di IGD belum bisa disalurkan ke kamar rawat inap,” katanya.

Penyebabnya, sambung Firman, ruang rawat inap penuh. Sesuai SOP harus dilakukan observasi dan lainnya yang membutuhkan waktu lama. Mengingat ketika dipindahkan dari IGD maka pasien harus stabil, sehingga kalau sudah stabil maka baru diarahkan ke ICU ataupun lokasi rawat inap. “Makanya kemarin saat terjadi penumpukan, maka kita terpaksa membuka ruang rawat inap baru,” tambahnya. (met)

Komentar Anda