Bupati Ingin NU Dukung Program Pemda KLU

Bupati KLU Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati KLU Danny Karter Febrianto Ridawan menghadiri Konferensi Cabang ke-3 PCNU KLU di Ponpes Assa'idiyah, Desa Sigar Penjalin, Tanjung, Minggu (14/3). (RAR/HUMASPRO)

TANJUNG–Bupati KLU Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati KLU Danny Karter Febrianto Ridawan menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) ke-3 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama KLU di Ponpes Assa’idiyah, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Minggu (14/3).

Turut hadir, Ketua PP Persatuan Guru NU Prof KH Asep Saefudin MA, Kadis Dikbud Provinsi NTB Aidy Furkon, Ketua DPRD KLU Nasrudin, Kapolres KLU AKBP Fery Jaya Satriansyah, unsur pimpinan OPD KLU, dan tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Bupati diberi kehormatan membuka acara. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa NU dan Muhammadiyah sudah memberikan peran besar untuk kemerdekaan  bangsa, bahkan hingga saat ini peran dua organisasi tersebut luar biasa, terlebih NU. “Walaupun saya sebagai Ketua Muhammadiyah KLU, tetapi partai saya PKB, karena saya ingin Muhammadiyah dan NU menjadi satu tanpa perbedaan berarti. Setiap langkah perjuangan yang kita lakukan melibatkan organisasi besar di KLU. Oleh karena itu mudah-mudahan dengan Konferensi Cabang NU Lombok Utara ini, nantinya menghasilkan tokoh yang akan menjadi pimpinan NU di Lombok Utara,” tuturnya dalam rilis yang diterima Radar Lombok.

Selain itu pula, Bupati berharap program kerja NU KLU ke depan mendukung program-program pemerintah daerah (pemda). Bupati lantas menceritakan dirinya pernah ditanya oleh seorang Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah terkait dirinya sebagai Ketua DPC PKB KLU. Hal itu dianggap luar biasa, lantaran satu-satunya di Indonesia, Ketua Muhamadiyah sekaligus Ketua PKB. “Tujuan saya hanya ingin bagaimana NU dan Muhammadiyah bisa berkiprah dengan baik di Lombok Utara. Untuk itulah kami berdua, mohon dukungan sepenuhnya kepada pengurus NU di Lombok Utara, agar memberikan dukungan penuh kepada pemda yang saya pimpin sekarang. Persoalan daerah ini masih berat, terutama pascagempa bumi, rumah rusak berat sampai hari ini masih banyak belum terselesaikan pembangunannya dan pemerintah pusat menargetkan harus selesai April,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Bupati memberikan tugas khusus kepada Wabup Danny untuk menangani persoalan RTG yang belum terselesaikan hingga kini. Suksesnya Wabup dalam menyelesaikan persoalan itu membutuhkan dukungan dan peran semua pihak untuk membantu.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah NU NTB Lalu Winengan menyampaikan, saat ini kepengurusan NU sudah ada di masing-masing kabupaten. Hanya saja, yang belum punya sekretariat yaitu KLU. Semoga Pemda KLU bisa membantu dengan keikhlasannya memberikan lokasi, agar bisa terbangun dan memiliki sekretariat di KLU. “Untuk pengurus yang terpilih nantinya diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah ke depanya. Kita tahu kejadian gempa tahun 2018 itu, memang bencana dan Allah memberikan cobaan bagi kita semua, tetapi kita ambil hikmah. Tentu dengan banyak bantuan diberikan oleh pemerintah pusat baik itu pembangunan RTG dan lain-lain. Tinggal bagaimana bersama menata KLU ke depan lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua PCNU KLU Ustaz Hamdan menyampaikan, dengan dimulainya Konfercab NU dan usainya kepengurusan periode 2015-2020, serta sudah dinyatakan demisioner, maka kepengurusan harusnya sudah terbentuk, namun karena situasi covid-19, akhirnya diundur.

Acara sendiri kemudian dilanjutkan dengan pengajian yang diisi Prof Dr KH Asep Saepudin. Diakhiri dengan penyerahan bingkisan berupa buku oleh Wakil Ketua PW NU NTB kepada Bupati dan Wabup serta Kapolres KLU. (flo)