Bupati Djohan Turunkan Gaji Tenaga Kontrak

Djohan Sjamsu (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Gaji tenaga kontrak daerah di Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada 2022 ini diturunkan. Pada tahun anggaran sebelumnya, gaji tenaga kontrak Rp 1,5 juta per bulan. Namun pada tahun ini turun menjadi Rp 1 juta untuk tenaga kontrak senior dan Rp 750 ribu untuk tenaga kontrak junior atau yang baru masuk per Maret 2022 ini.

 “Pada tahun ini, kita memberikan gaji kepada tenaga kontrak daerah ada yang diberi Rp 1 juta untuk yang sudah lama, dan Rp 750 ribu untuk yang baru,” ujar Bupati Djohan Sjamsu, Senin (14/3).

Dikatakan, antusias masyarakat KLU ingin bekerja sebagai tenaga kontrak daerah cukup tinggi, sementara secara aturan yang boleh direkrut untuk tenaga kontrak daerah yaitu penjaga malam dan cleaning service. Tetapi faktanya, seluruh sub bagian di dinas membutuhkan rekrutmen tenaga kontrak, sehingga tentuk membutuhkan anggaran besar untuk penggajian, sementara kondisi keuangan daerah merosot Rp 400 miliar. “Dan saya kira gaji tenaga kontrak kita masih layak, setelah saya cek di beberapa daerah yang ada untuk pembanding,” katanya.

Baca Juga :  Debu Pembangunan Tambak Mengganggu, Kades Gumantar Datangi DPRD KLU

Selain itu, pemerintah daerah sudah memberikan kebijakan agar tenaga kontrak daerah diberi jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Sudah ada MoU dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan terkait itu. Tetapi diakui, baru sebagian yang diberi jaminan sosial ketenagakerjaan itu. “Gaji mereka dipotong yang dibayarkan melalui APBD,” terangnya.

Baca Juga :  Nelayan KLU Belum Siap Terima Bantuan Kapal

Sebelumnya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB Adventus E Souhuwat mengungkapkan, jaminan yang diberikan merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah untuk perlindungan sekaligus kesejahteraan bagi para pekerja khususnya yang non-ASN.

BPJS Ketenagakerjaan saat ini memiliki dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang iuranya hanya Rp 12 ribu per bulan. “Manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini sangat banyak. Apabila terjadi risiko kecelakaan kerja, biaya rumah sakit hingga santunan kematian itu akan dibayarkan oleh BPJS,” ungkapnya. (flo)

Komentar Anda