Bunuh Istri, Nurul Anwar Terancam Hukuman Mati

HUKUMAN MATI : Muhammad Nurul Anwar kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah menghabisi nyawa istrinya, Lilis Sukmawati. Pelaku diancam dengan hukuman mati.

SELONG – Muhammad Nurul Anwar kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah menghabisi nyawa istrinya, Lilis Sukmawati di rumahnya di Dusun Ketangga Kelurahan Kembang Sari Kecamatan Selong. Korban meninggal setelah ditebas dengan parang.

Pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di Polres Lombok Timur. Atas perbuatannya itu pelaku dijerat dengan pasal 340 subsider pasal 338 KUHPidana dengan ancaman penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati.” Proses penyidikan masih terus berlanjut. Perbuatan pelaku ini akan dikenakan pidana seumur hidup dan maksimal hukuman mati,” kata Kasatreskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Dharma Yulia Putra kemarin.

Di pasal 338 KUHP disebutkan bahwa barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana lebih dulu merampas orang lain diancam, karena pembunuhan berencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun. Sedangkan pasal 340 KUHP menyatakan bahwa barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.” Penyidik menerapkan pasal 338 dan 340 untuk tersangka,” ungkapnya.(lie)

Mayat korban saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses otopsi. Dari keterangan pihak kepolisian pelaku tega menghabisi nyawa korban dengan parang karena sakit hati dan terlilit utang. “ Motif pelaku membunuh istrinya karena sakit karena sering dimarahi dengan kata-kata yang tidak pantas,” kata Made sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Seleksi PPS Diikuti 1.605 Peserta

Pelaku tega membunuh istrinya karena terlilit utang. Sebelum kejadian nahas ini, pelaku sempat memberitahukan istrinya jika yang bersangkutan memiliki utang. Pelaku adalah tekong yang gagal memberangkatkan TKI. “ Dari keterangan pelaku bahwa yang bersangkutan memiliki utang di calon TKI yang telah direkrutnya.

Melihat kondisi di TKP, kasus pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Dan baru diketahui setelah magrib.  Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pihak keluarga bermula dari kecurigaan pihak keluarga karena korban tidak bisa dihubungi. keluarga mendatangi rumah korban. Sampainya di lokasi kondisi rumah sepi dan tertutup. Pintu dibuka paksa dan ditemukan korban dalam  kondisi terkapar bersimbah darah.

Kabid Transmigrasi Disnakertrans Lombok Timur Raden Bambang W. Minardi yang dikonfirmasi membenarkan pelaku adalah tenaga honor di Disnakertrans Lotim. Ia sudah enam  tahun menjadi tenaga honor. “ Dia orangnya itu memang pendiam,” kata Bambang.

Bambang menegaskan keterlibatan pelaku sebagai tekong atau perekrut TKI tidak ada kaitannya dengan dinas.  “ TKI yang direkrut itu langsung mengadu ke Pak Kadis.  Masalah dia merekrut TKI itu urusan pribadinya tidak ada sangkut pautnya dengan  dinas. Kita juga sempat berikan teguran ke yang bersangkutan,” tutup Bambang.

Baca Juga :  Rumah Sakit Masbagik Butuh Anggaran Rp 25 Miliar

Muhammad Nurul Anwar adalah warga Desa Kabar Kecamatan Sakra. Anwar menceritakan kronologis pembunuhan berdasarkan versinya. Anwar mengaku saat itu pulang kerja. Anwar memberitahu istrinya bahwa dia punya utang di calon TKI yang gagal diberangkatkannya. Ada sekitar 45 calon TKI  yang telah direkrutnya. Masing-masing dipungut Rp 3 juta untuk biaya administrasi. Sekitar 14 orang yang mau saya kembalikan uangnya. Masing-masing sekitar Rp 1 juta,” akunya.

Korban, katanya, langsung  marah sambil  dan mencaci makinya dirinya. Pertengkaran terjadi. Anwar kalap karena korban mencaci maki orang tuanya. Ia  mengambil parang dan menebas istrinya berulang kali hingga terkapar. Jari dan pergelangan tangan korban bahkan nyaris putus. “ Saya khilaf,” katanya.

Dengan kondisi bimbang, pelaku mengambil anaknya yang sedang tertidur. Ia bergegas kabur. Pintu rumah dikuncinya supaya kejadian itu tidak diketahui oleh oleh warga sekitar. Anaknya kemudian diserahkan ke keluarganya  di Kabar.  Namun tak lama setelah kasus ini terbongkar, pelaku berhasil di bekuk polisi saat bersembunyi di rumah ibu tirinya di Dusun Semaya Desa Montong Baan Selatan Kecamatan Sikur. (lie)

Komentar Anda