Bungkusan Berisi 203 Gram Sabu Ditemukan di Kos-kosan

DIAMANKAN: Barang bukti 1 bungkus besar yang diduga narkotika jenis sabu dengan bruto 203 gram diamankan Tim Opsnal Dit Resnarkoba Polda NTB di sebuah kos-kosan.(IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM–Tim Opsnal Dit Resnarkoba Polda NTB kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika. Kali ini ada dua orang diamankan di sebuah kos-kosan, Lingkungan Taman Sari, Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Rabu (5/5).

Dua pelaku itu berinsial MAL (21) dan MAI (21), warga Dusun Nyiur Tebel, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Dir Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma mengatakan, kedua pelaku diamankan berdasarkan adanya laporan dari warga yang mencurigai bahwa kedua pelaku kerap bertransaksi narkotika.

Berdasarkan laporan itu Ketua Tim 1 OPS Ditresnarkoba Polda NTB IPTU Hendry Christianto langsung menurunkan anggota menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Di sisi lain anggota sudah dikumpulkan di  Dir Resnarkoba bila sewaktu-waktu ingin digerakkan.

BACA JUGA :  Mantan Sekdes Sesait Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa

Tidak berselang lama usai tim diturunkan menyelidiki informasi tersebut, didapatkanlah kepastian bahwa memang benar adanya seperti laporan masyarakat. Tim yang sudah bersiap-siap kemudian langsung digerakkan sekitar pukul 02.00 WITA untuk menggerebek lokasi.

Dari sana didapatkan kedua orang pelaku yang tengah bersantai di dalam kamar kosnya. Dengan disaksikan kepala lingkungan setempat kemudian petugas menggeledah pelaku beserta kamar kosnya. Di sana kemudian didapati barang bukti 1 alat isap atau bong, 1 timbangan digital, 3 korek api, 4 sedotan yang dimodifikasi, 1 HP Samsung, 1 HP Nokia, 1 bungkus besar yang diduga narkotika jenis sabu dengan bruto 203 gram. “Berdasarkan barang bukti ini, MAL dan MAI memang terlibat dengan barang haram ini, mengenai perannya masing-masing kita akan periksa dulu,” Kata Helmi, Kamis (6/5).

BACA JUGA :  Usai Jambret, Pelaku Tabrak Pohon

Kedua pelaku kini telah ditahan di Mapolda NTB untuk proses hukum dan pengembangan lebih lanjut. Petugas kata Helmi akan mendalami dari mana kedua pelaku mendapatkan barang tersebut. “Siapa saja yang terlibat akan kita kejar,” tegasnya.

Keduanya terancam dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara narkotika golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (der)