Bundaran GMS akan Ditata Mirip Tajmahal

RENOVASI : Kepala Dinas Perkim Lobar H. Lalu Winengan saat menyampaikan konsep penataan kawasan GMS Gerung yang dimulai tahun ini. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Konsep atau tema penataan kawasan bundaran Giri Menang Square (GMS) Gerung sudah beredar di media sosial. Pemkab akan menatanya dengan indah, dengan adanya payung besar seperti yang ada di masjid Nabawi Madinah. Dari master plan yang ada, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lobar, H. Lalu Winengan, menjelaskan bahwa bundaran ini menjadi ikon Kabupaten Lobar yanga ornamennya menyerupai bangunan Tajmahal di India.”Sudah ada konsep, nantinya akan mirip Kota Madinah dan Tajmahal India, “ ungkapnya saat melihat kondisi Bundaran GMS, Senin (29/3) kemarin.

Winengan menyampaikan bahwa bundaran tersebut akan menjadi titik kumpul atau titik nongkrong masyarakat. Renovasi sendiri akan dilakukan sekitar bulan Mei atau Juni tahun ini. Sebelumnya akan dilakukan tender proyek pada bulan depan.”Kawasan ini, akan menjadi titik kumpul masyarakat NTB untuk bersantai,” jelasnya.

Dikatakan Winengan, nanti akan ada penambahan arsitektur Sasak. “ Kita ini kan kebanyakan Suku Sasak, maka akan ditambahkan ornamen dengan ciri khas Sasak,” sambungnya.

Tak hanya penambahan ornamen khas Sasak, di sekitar taman akan ditambahkan pula payung-payung layaknya Kota di Madinah. “Kemudian untuk lampunya, karena ini seperti kubah masjid, maka akan dibuatkan seperti Tajmahal India,” tegasnya.

Dengan nilai anggaran sekitar Rp 7,2 miliar, Winengan sangat optimis rencana renovasi tersebut sesuai dengan ekspektasi. “ GMS ini sudah besar, nanti ini akan jadi tempat nongkrongnya anak NTB. Akan dipercantik dan diperindah,” katanya berulang-ulang.

Lalu bagaimana dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di seputaran Bundaran GMS ini? Dikatakannya,  para pedagang akan dicarikan tempat baru. “ Kita minta di Balai Jalan Nasional untuk dijadikan taman. Karena masih masih ada aspal,” tegasnya.

Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar juga akan memanfaatkan lahan milik Pemkab yang ada di samping bundaran GMS untuk lapak pedagang. “Kan masih ada tanah Pemda, nanti itu coba kita koordinasikan. Terpenting, pedagang yang ada diseputaran bundaran ini tertata rapi,” tandasnya.

Seperti diketahui, saat ini Bundaran GMS Gerung seolah tak terurus. Di awal-awal, bundaran ini menjadi primadona. Bagaimana tidak, selain tata lampu yang apik, air mancur yang ada juga cukup memanjakan mata warga yang kebetulan lewat atau sengaja nongkrong. Kini lampu sudah tidak pernah dihidupkan, sementara air mancurnya mati total. Alhasil, air yang ada di kolam bundaran itu menjadi keruh dan berlumut. (ami)