Bulog Pastikan Stok Beras NTB Melimpah

Disdag Pastikan Beras Impor Tidak Masuk NTB

STOK BERAS NTB
MELIMPAH : Keadaan stok beras di Gudang Bulog NTB di Seteluk, Kabupaten Sumbawa dalam kondisi melimpah.

MATARAM – Rencana pemerintah yang akan mengimpor beras sebanyak 1 juta ton hingga 1,5 juta ton untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri berbanding terbalik dengan kondisi petani yang mulai panen raya di sentra produksi tanaman padi nasional, termasuk di NTB. Terkait impor beras tersebut, Pemprov NTB memastikan menolak pasokan beras tersebut. Karena NTB menjadi salah satu sentra produksi beras nasional.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Abdul Muis Sayyed Ali memastikan stok beras NTB dalam kondisi melimpah. Bahkan stok beras NTB posisi Maret di gudang milik Perum Bulog NTB dalam kondisi aman hingga enam bulan kedepan. Jumlah tersebut akan terus bertambah, seiring pembelian Bulog NTB terus dilakukan. terlebih lagi, sekarang ini dalam masa panen raya di tingkat petani.

“Stok di Bulog NTB aman sampai 6 bulan kedepan atau stok melimpah. Belum lagi pengadaan beras petani di masa panen raya ini terus bertambah,” kata Abdul Muis, Senin (15/3).

Muis menyebut selain beras NTB surplus alias melimpah posisi saat ini, belum lagi pengadaan terus berjalan di tingkat petani oleh Bulog bersama mitra. Belum lagi stok yang dimiliki masyarakat jauh lebih banyak lagi di masa panen raya hingga beberapa bulan kedepan.

“Stok beras melimpah, artinya ketersediaan stok di masyarakat dan di Bulog cukup. Terlebih lagi sekarang musim panen raya,” jelas Muis.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB H Faturahman, mengatakan persoalan informasi berkaitan dengan impor beras ini pihaknya sudah melaporkan beberapa waktu lalu dalam rapat bersama Pemerintah Pusat, bahwa NTB ketersediaan beras dalam kondisi aman. Terlebih lagi, saat ini NTB memasuki masa panen raya dan keadaan tersebut berdasarkan hasil koordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB serta Perum Bulog Divre NTB.

“Ketersediaan beras untuk NTB dalam kondisi aman, sehingga beras impor itu tidak akan masuk ke NTB,” kata Fathurrahman.

Menurut dia, impor beras ini merupakan langkah yang diambil terutama setelah ada program bantuan sosial (bansos) beras selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), antisipasi dampak banjir, dan pandemi Covid-19. Kalau pun itu, mungkin perlu di konfirmasikan ke Bulog, karena itu penugasan sifatnya.

Rencana pemerintah mendatangkan beras impor bisa membuat harga gabah di tingkat petani semakin anjlok, karena faktor spekulan. Ini karena pasokan beras diprediksi akan meningkat saat beras impor tiba. 

“Ini baru informasi, makanya saya minta di konfirmasi dulu ke Bulog apakah benar atau tidak,” katanya.

Pihaknya juga telah melaporkan bagaimana dengan kondisi kebutuhan pokok di NTB, agar nantinya tidak terjadi kekurangan ketika memasuki hari raya besar keagaman. Menginggat akan terjadi lonjakan permintaan pada saat itu.

“Sudah kita laporkan jangan sampai juga nanti ketika puasa dan lebaran itu ada kekurangan, sehingga menimbulkan harga tinggi. Ini yang kita antisipasi,” imbuhnya. (dev)

BACA JUGA :  NTB Masuk Terbaik Tiga Nasional Penyaluran Bansos Beras
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaManajemen STIE-AMM Terus Bermanuver
Berita berikutnya402 Lembaga di NTB Daftar Jadi Sekolah Penggerak