Bulog Pasok Bawang Putih Sembalun 400 Kg

BAWANG PUTIH: Petugas dari Perum Bulog Divre NTB melakukan pengeringan dan sortir bawang putih lokal Sembalun untuk selanjutnya didistribusikan ke pasar-pasar tradisional di Kota Mataram dan Lobar, Senin kemarin (5/6) (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Selama bulan Puasa Ramadan 1438 Hijriyah, permintaan akan kebutuhan bahan pokok (Bapok) terus meningkat, dan dipastikan hingga jelang lebaran hari raya Idhul Fitri mendatang.

 Kendati harga Bapok relatif stabil, namun sejumlah lembaga terkait perdagangan terus melakukan berbagai antisipasi stok khusus Bapok tersebut. Seperti yang dilakukan Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi NTB, yang sudah mulai menjual produksi bawang putih lokal asal Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Perum Bulog Divre NTB membeli sebanyak 400 kilogram (Kg) bawang putih Sembalun, untuk selanjutnya didistribusikan dan dijual langsung kepada masyarakat. “Untuk bawang putih lokal Sembalun, kami Perum Bulog Divre menjual dengan harga eceran tertinggi (HET) di konsumen Rp 38 ribu/Kg,” kata Kepala Bidang Komersil Perum Bulog Divre NTB, Heri Sulistiyo, Senin kemarin (5/6).

Perum Bulog Divre NTB sudah mulai mendistrbusikan bawang putih lokal Sembalun ke beberapa pasar tradisional dan juga di kios Rumah Pangan Kita (RPK) dan juga beberapa penjual rumah makan yang ada di Kota Mataram dan sekitarnya.

Selain membeli bawang putih lokal asal Sembalun, Perum Bulog Divre NTB juga dalam waktu dekat ini akan kedatangan pasokan bawang putih asal Provinsi Jawa Timur (Jatim) sebanyak 10 ton. Bawang putih asal Jatim sebanyak 10 ton terus akan dijual lebih murah dibandingkan dengan bawang putih lokal Sembalun. Hal tersebut disesuaikan dengan harga beli di tingkat petani khususnya di Sembalun. Terlebih lagi, produksi bawang putih Sembalun masih terbatas dan lebih sedikit.

“Bawang putih Sembalun yang sudah habis terjual itu sebanyak 100 kg. Ketika habis nanti, kami tetap akan kembali memasok bawang putih asal Sembalun, sebagai komitmen melindungi petani bawang putih Sembalun,” kata Heri.

Selain menjual beberapa bahan pokok untuk stabilisasi harga pangan selama puasa Ramadan dan lebaran Idhul Fitri 1438 Hijriyah, Perum Bulog Divre NTB, lanjut Heri juga menjual cabai lokal sebanyak 200 Kg. Untuk cabai lokal ini, Bulog NTB menjual ke konsumen dengan harga Rp 30 ribu/Kg. Hingga Senin kemarin, cabai yang habis terjual sudah mencapai 30 Kg lebih. Selain itu ada juga bawang merah lokal yang dipasok dari Kabupaten Bima sebanyak 100 Kg.

Untuk bawang merah ini, Bulog menjual dengan harga Rp25 ribu/Kg dan sudah didistribusikan sebanyak 100 Kg. Dalam waktu dekat ini juga, bawang merah lokal asal Bima kembali dipasok untuk memenuhi pasaran di Pulau Lombok dan disebar ke pasar-pasar tradisional.

“Kami ingin memastikan harga bahan pokok yang menjadi penugasan Bulog dalam kondisi aman dan stabil di lapangan termasuk juga stok pasokan aman,” kata Heri.

Bulog selama puasa Ramadhan ini diberikan penugasan menjadi penjual sejumlah bahan pokok guna melakukan stabilisasi harga. Mulai dari gula pasir dengan HET Rp12.500/kg, minyak goreng dengan harga Rp12,500/liter, dan tentunya beras yang menjadi tugas pokok dari Perum Bulog.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Selly Andayani mengatakan pihaknya mulai Senin kemarin (5/6) mulai menggelar pasar murah khusus bahan pokok setiap hari selama bulan puasa Ramadan. “Masyarakat bisa datang ke pasar murah di halaman kantor Dinas Perdagangan NTB setiap hari,” kata Selly.

Selly menambahkan, pihaknya melibatkan distributor hanya untuk menjual kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, cabai, bawang putih hingga telur dan beras.

“Untuk telur ayam di pasar murah kita jual seharga Rp 31 ribu/teray. Untuk pasar murah di arena bazar Islamic Center kami stop dan dialihkan di halaman kantor Disdag NTB setiap hari,” pungkasnya. (luk)

BACA JUGA :  Optimis Penjualan Pirelli Naik 10 Kali Lipat