Bulog Pasok 10 Ton Bawang Putih dari Jatim

PANTAU STOK: Kepala Perum Bulog Divre NTB, H. Achmad Ma'mun, mendampingi Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, saat memantau ketersedian stok beras dan gula pasir di Gudang Bulog Sub Sweta, Selasa kemarin (30/5) (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Untuk menstabilkan harga bahan pokok yang menjadi kewenangan dan tugas dari Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi NTB dalam minggu ini akan memasok sedikitnya 10 ton bawang putih. Selain bawang putih, Bulog Divre NTB juga memasok sedikitnya 10 ton bawang merah untuk dijual di pasaran di seluruh wilayah NTB.

“Minggu ini bawang putih dari Jawa Timur sebanyak 10 ton sudah mulai dijual di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” kata Kepala Perum Bulog Divre NTB, H. Achmad Ma’mun, di sela mendampingi Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi memantau kondisi stok beras dan gula pasir di gudang Bulog NTB sub Sweta, Selasa kemarin  (30/5).

Ma’mun mengatakan, harga jual bawang putih di konsumen Rp 38 ribu/kg. Sementara harga jual untuk bawang merah yang didatangkan langsung dari petani di Bima sebanyak 10 ton untuk tahap pertama dijual Rp 23 ribu/kg.

Kehadiran Bulog NTB menjual komoditas bawang putih dan bawang merah, lanjut Ma’mun, setelah melihat harga bahan pokok khususnya bawang putih dan bawang merah di pasar tradisional mulai merangkak naik dengan harga jual diatas Rp50 ribu/kg. Lonjakan harga yang cukup tinggi tersebut, membuat Perum Bulog Pusat memberikan penugasan untuk ikut menjual bawan putiih yang dipasok dari Provinsi Jawa Timur dalam rangka melakukan stabilisasi harga.

Terlebih lagi, selama puasa Ramadan dan lebaran Idhul Fitri permintaan dari masyarakat cukup tinggi. Sehingga Bulog Divre NTB ikut memasarkan bawang putih dan bawang merah dengan harga lebih murah daripada di pasar tradisional. “Mudahan begitu bawang putih Bulog masuk di pasaran harga bisa stabil,” harapnya.

Selain memasok bawang putih dan bawang merah, Ma’mun juga memastikan stok untuk gula pasir yang dijual oleh Bulog Divre NTB selama puasa Ramadhan ini dalam kondisi aman.

Untuk gula pasir saat ini stok di gudang Bulog Divre NTB sebanyak 100 ton. Selanjutnya dalam minggu ini akan ada lagi pasokan kirmin dari PTPN Jawa timur sebanyak 1000 ton. Dengan demikian kondisi stok untuk gula pasir dalam kondisi aman dengan harga jual  atau harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen Rp 12.500/kg.

Sementara itu untuk ketersediaan cadangan beras di gudan Bulog khususnya beras untuk dislaurkan dalam program raskin dalam kondisi aman hingga 6 bulan kedepan sebanyak 59 ribu ton. Selanjutnya untuk cadangan beras komersil yang bisa digunakan operasi pasar juga dalam kondisi aman dalam stok yang terpisah dari stok beras untuk penyaluran Raskin.

Begitu juga dengan beras premium yang dijual secara komersil juga dalam kondisi aman stoknya. “Untuk beras tidak ada masalah. Stok aman baik itu untuk raskin, operasi pasar, dan juga beras komersil Bulog siap salurkan,’ ucap Ma’mun.

Sementara Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi dihadapan Kepala Perum Bulog Divre NTB, H. Ahmad Ma’mun memberikan aprerisasi atas kesigapan dan kesiapan Bulog dalam menghadap bulan puasa utamanya masalah bahan pokok, seperti beras, gula dan juga beberapa komoditas yang ditugaskan oleh pemerintah pusat. “Kalau kita lihat di gudang sekarang ini, untuk beras dan gula pasir sangat aman kondisinya. Masyarakat tidak perlu panik dan galau,” ujarnya.

Dikatakan Didi, bahwa  khusus untuk beras dan gula pasir, stok sangat aman. Denga kondisi stok tersedia seperti ini bisa mengamakankan  hingga 6 bulan kedepan untuk kebutuhan beras.

“Apalagi untuk bulan puasa ini sangat tidak ada masalah. bisa dibuktikan denga stok yang tersedia di gudang dan sistim yang sudah terbangun untuk memenuhi stok yang ada. sistim manajemen pemenuhan beras dan gula oleh masyarakat terjadi sirkulasi keluar masuk,” kata Didi. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid