Bulog NTB Mulai Membeli Jagung Petani Mengacu HPP

BIMA – Produksi jagung di NTB sudah mulai memasuki masa panen raya. Perum Bulog NTB mulai menyerap pembelian jagung petani sesuai ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) melalui Bulog Cabang Bima.

Sesuai dengan harga acuan pembelian jagung sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbanas) Nomor 5 Tahun 2022, yaitu Rp4.200 /kg dengan kadar air maksimal 15 persen dan rafaksinya sesuai kadar air dan kualitas.

“Kami di Perum Bulog Bima membeli jagung dengan 2 skema,” kata Pemimpim Perum Bulog Cabang Bima Kurnia Rahmawati, Kamis (18/4).

Kurnia menjelaskan, untuk skema pertama dengan mekanisme komersil, yaitu Bulog Cabang Bima langsung membeli jagung kering dengan harga Rp4.500 /kg (include pajak) dengan ketentuan kadar air maksimal 14 persen dan kemasan 70 kg. selanjutnya, untuk skema kedua dengan mekanisme Cadangan Jagung Pemerintah sesuai Harga Peraturan Badan Pangan Nasional mulai dari yang kering sampai basah. Tentunya nanti harga tergantung kadar air dengan rafaksi sesuai peraturan pemerintah.

Baca Juga :  Dinsos NTB Pastikan Kualitas Beras JPS Gemilang

“Skema kedua ini kita laksanakan pembelian melalui CDC Bulog yang ada di Manggalewa Kabupaten Dompu,” sebut Kurnia.

Pedagang atau petani yang bisa menjual langsung jagungnya ke Bulog adalah dengan ketentuan memiliki NIB, NPWP dan membuat rekening BRI. Harga jagung sendiri saat ini masih sesuai HPP, di mana gudang swasta seperti CPI membeli dengan harga Rp4.400/kg dan Bulog juga terlibat banyak mengamankan harga sesuai HPP.

Baca Juga :  Bulog Pastikan Stok Beras NTB Melimpah

Untu tahap pertama, Bulog membeli jagung petani dengan skema komersil disiapkan 1000 ton dengan kualitasnya maksimal kadar air 14 persen dan kemasan rata 70 Kg. Selanjutnya untuk CDC di Manggalewa mulai buka tanggal 19 April 2024 dengan kebutuhan per hari 120 ton.

“Kita sudah mulai membeli jagung petani dengan tetap mengacu HPP dan ketentuan pemerintah,” pungkasnya. (luk)

Komentar Anda