Bulog NTB Kembali Datangkan 100 Ton Gula Pasir

MATARAM—Harga gula pasir hingga kini masih relatif mahal, Rp 16 ribu – Rp18 ribu per kilogramnya. Harga yang begitu mahal di tingkat konsumen, membuat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi NTB kembali mendatangkan gula pasir sebanyak 100 ton.

Gula pasir kristal yang didatangkan Perum Bulog Divre NTB, Jum’at pagi kemarin (29/7) sudah datang dari Jawa Timur sebanyak 100 ton, yang diangkut dengan 4 truk kontainer,  masing-masing mengangkut 25 ton beras dan langsung diturunkan di gudang penyimpanan sementara milik Perum Bulog di Sweta.

Bongkar muat sebanyak 100 ton gula pasir di Gudang Penyimpanan sementara Bulog NTB di Sweta tersebut disaksikan langsung Kepala Perum Bulog Divre NTB, Arif Mandu bersama Kepala Seksi Humas Bulog NTB, Anto.

Arif mengatakan, gula sebanyak 100 ton tersebut langsung disebar ke seluruh Sub Divre Bulog yang ada di kabupaten/kota seluruh wilayah NTB. Nantinya setiap Sub Divre Bulog NTB akan langsung mendrop gula pasir tersebut ke pasar tradisional.

Selain itu, setiap Sub Divre Bulog di masing-masing kabupaten/kota membuka outlet penjualan gula pasir dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 13 ribu/kg. “Gula pasir yang baru datang sebanyak 100 ton itu langsung disebar ke seluruh NTB, dalam rangka menstabilkan harga yang sampai kini masih realatif mahal di konsumen,” papar Arif Mandu.

BACA JUGA :  Bulog NTB Pasok 3 Ribu Ton Beras ke Bali

Sebelumnya jelang lebaran Idhul Fitri 1437 Hijriah, Perum Bulog Divre NTB juga mendatangkan gula pasir sebanyak 50 ton. Hanya dalam waktu tiga hari gula pasir tersebut langsung habis terjual. Bahkan di Kabupaten Bima hanya butuh waktu sehari puluhan ton gula pasir tersebut langsung ludes terjual.

Karena jumlah yang hanya 50 ton tersebut belum mampu menstabilkan harga, kemudian diusulkan tambahan 100 ton lagi untuk kembali digunakan operasi pasar agar, harga bisa dikendalikan dan tidak melambung tinggi. “Jika harga masih saja belum stabil dan terlalu mahal, maka kami akan kembali meminta tambahan 200 ton gula pasir dari Jawa Timur,” jelas Arif.

Arif menyebut, jika sekitar 60 persen dari gula pasir yang didatangkan sebanyak 100 ton tersebut akan disebar langsung ke seluruh kabupaten/kota, termasuk di pulau Sumbawa. Sementara sekitar 40 persennya akan sebar di seluruh pasar yang ada di Kota Mataram.

Hal tersebut dilakukan menurut Arif, mengantisipasi tingginya permintaan gula pasir pada pelaksanaan even Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional yang berlangsung dari tanggal 28 Juli hingga 7 Agustus 2016. “Selama MTQ Nasional di Mataram, kemungkinan permintaan gula pasir cukup tinggi. Maka kami distribusikan untuk Mataram itu 40 persen dari 100 ton yang datang tersebut,” pungkasnya. (luk)