Bulog NTB Gelontorkan Beras Operasi Pasar Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM

MATARAM – Dalam rangka mengantisipasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah resmi diumumkan pertanggal 3 September kemarin terhadap stabilitas harga pangan khususnya beras, Perum BULOG menggelontorkan secara masif Beras Medium melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau dulu bernama Operasi Pasar di seluruh wilayah Indonesia.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Abdul Muis mengatakan, pihaknya sudah  menyiapkan stok beras dan memastikan program KPSH yang sudah berjalan lancar selama ini makin dimasifkan agar tidak ada gejolak harga di tingkat konsumen.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau walau ada kenaikan harga BBM. Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini, berdasarakan pencatatan harga beras cukup stabil karena Bulog melakukan operasi pasar ini sepanjang tahun” kata Muis.

Baca Juga :  650 Ribu Ton  Beras Bulog Banjiri Operasi Pasar

Program KPSH atau Operasi Pasar ini dilakukan sepanjang tahun oleh Bulog guna mengantisipasi kelonjakan harga beras di konsumen dan terbukti efektif. Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari Tiga Pilar Ketahan Pangan yang ditugaskan kepada Bulog, yaitu  ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas.

“Stabilitas harga beras menjadi fokus kami saat ini, maka kami akan upayakan semaksimal mungkin pelaksanaan program stabilisasi tersebut tanpa ada unsur kepentingan apapun kecuali kepentingan rakyat, terlebih ditengah situasi seperti sekarang”, tambah Muis.

Muis menambahkan Bulog menjamin kebutuhan pangan yang tersimpan di gudang-gudang BULOG seluruh NTB selalu tersedia di masyarakat dan Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut. Selain memiliki jaringan infrastruktur kantor dan gudang yang tersebar sampe pelosok kabupaten/kota, Bulog juga sudah memiliki gudang retail modern sebagai pusat distribusi serta penjualan secara retail.

Baca Juga :  Bulog Bakal Kesulitan Beli Gabah Petani

“Kami juga pastikan seluruh jaringan yang bekerja sama dengan Perum Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara online maupun offline, juga outlet-outlet binaan Perum Bulog, seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh NTB, serta jaringan retail modern yang ada,” kata Muis. (luk)

Komentar Anda