Bulog Bangun Mesin Penggilingan Padi di Pulau Sumbawa

Genjot Serapan Pengadaan Gabah Petani

Mesin Penggilingan Padi
Salah seorang petani di Narmada Lombok Barat saat panen padi. (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM Berbagai upaya terus dilakukan Perum Bulog Divisi Regional (Divre) NTB dalam menjaga ketersediaan pangan bahan pokok khususnya beras di wilayah Provinis Nusa Tenggara Barat. Perum Bulog dalam waktu dekat akan membangun Rice Mill (penggilingan padi) di Pulau Sumbawa. Dimana NTB yang diketahui sebagai salah satu produksi dan lumbung padi nasional, saat ini masih dalam proses.

“Rencana pembangunan Rice Mill di Sumbawa itu masih dalam proses menyelesaikan administrasi terkait lahan,” kata Kepala Perum Bulog Divre NTB  Ramlan UE, Selasa kemarin (11/12).

Dikatakannya saat ini proses dari rencana invetasi yang dilakukan Bulog tersebut di Sumbawa masih dalam pengurusan notaris. Jika semua telah selesai dan sudah siap, maka Bulog akan mulai melaksanakan proses pembangunan. Selain itu juga akan ada pembangunan gudang untuk jagung di Dompu dan modern plant (MRMP) di Sumbawa dengan luas lahan masing-masing 2 hektar.

BACA JUGA: Kopi Hitam Kangkong Tembus Pasar Luar Negeri

Untuk pembangunanya diharapkan dalam waktu dekat ini sudah dapat dimulai, untuk MRPM di Sumbawa. Kemungkinan Desember ini yang MRPM dulu, mulai pembangunan. Karena sebenarnya target mulai Oktober 2018 kemarin, hanya saja karena proses pengurusan administrasi  di notaris .

“Mudahan awal tahun 2019 mendatang pembangunan sudah dimulai,”  ucap Ramlan.

Ramlan mengatakan, dengan keberadaan MRPM di Pulau Sumbawa itu, maka Bulog bisa lebih banyak menyerap lagi hasil panen padi dari petani. Karena dengan adanya mesin MRPM ini nantinya, Bulog semakin mudah memproses gabah petani dan juga biaya produksi yang bisa lebih ditekan, mulai dari pengeringan hingga proses lanjutan lainnya. Tak hanya itu saja diharapkan juga  bisa segala kualitas padi panen petani bisa Bulog serap. Sehingga lebih maksimal serapan dilakukan.

Selain itu, Perum Bulog Divre NTB  juga akan mulai membeli jagung petani di wilayah Kabupaten Dompu pada awal tahun 2019.  Di Dompu  nanti juga sudah ada gudang dan mesin Silo dan dryer. Dimana satu mesin silo itu kapasitasnya 3 ribu ton.

BACA JUGA: UMKM Gagal Bangkit di NTB Expo 2018

Sementara itu untuk pemasaran jagung bisa keseluruh Pulau Jawa, bahkan jika mengalmai surplus, maka bisa dilakukan ekspor keluar negeri.

“Jagung NTB, kita bisa ekspor, toh sudah pernah melakukan sebelumnya oleh pemerintah NTB,” pungkasnya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid