Bukan Pemalsuan, Garuda Muda Gagal ke Final Murni Kesalahan Administrasi

BUKTI: Kapten Garuda Muda, Zul bersanding dengan alat bukti kelahiran Haerurozi, kiper Garuda Muda Legend. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Garuda Muda Legend yang gagal melaju ke final ajang Legend Cup I 2024 bukan disebabkan oleh adanya kesengajaan pemalsuan administrasi. Namun semuanya murni kesalahan administrasi yang dimiliki salah satu pemainnya.

“Kami tidak ada niatan memalsukan identitas kelahiran pemain kita. Tapi itu semua murni kesalahan administrasi saja,” tegas Manajer Garuda Muda Legend Anang Zulkarnaen, Senin (24/6).

Dikatakannya, salah satu pemain atas nama Haerurozi yang berposisi sebagai penjaga gawang mengalami kesalahan administrasi. Di mana kiper tersebut prinsipnya merupakan kelahiran 1983, itu terbukti dengan Akta Kelahiran, Ijazah SD dan Ijazah SMP-nya.

Sehingga secara aturan, pihaknya tidak melakukan pemalsuan syarat administrasi saat daftar di ajang Legend Cup I 2024. Dan proses laga tidak ada masalah selama kejuaraan bergulir. “Tapi di KTP pemain kita memang tertera kelahiran 1984. Di sinilah terjadinya kesalahan administrasi,” jelas Anang yang juga Kabid Olahraga Dispora NTB.

Senada, Kapten Garuda Muda Legend Zul Coca, mengakui pihak Sangkareang Legend sempat melakukan protes. Kemudian pihaknya memberikan sanggahan sesuai prosedur. Namun saat itu tidak ada bukti yang menguatkan, hanya diperkuat akta. Sementara bukti yang lain, seperti ijazah dan administrasi lainnya berada di Lombok Timur.

“Panitia rapat klarifikasi hari Jumat (21/6), sementara laga final hari Sabtu (22/6). Jadi waktunya sangat mepet untuk mengambil alat bukti administrasi pemain kami,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Zul, pihaknya sepakat dengan Manajer Sangkareang Legend mengakui adanya kehilafan. Namun pihaknya menyesalkan adanya pemberitaan terkait itu. Pihaknya tidak ada maksud untuk melakukan pemalsuan. “Karena kenyataannya kiper kami murni kelahiran 1983, hanya saja kesalahan administrasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kiper Garuda Muda Legend Haerurozi mengatakan, kelahiran yang sesuai akta dan ijazah itulah asli tahun kelahirannya. Di mana dirinya memang kelahiran 1983, itu sudah tertuang di akta dan ijazah SD dan SMP-nya.

Hanya saja, saat memasuki SMA, tahun kelahirannya diubah menjadi kelahiran 1984 untuk kepentingan kejuaraan sepak bola waktu itu. Akibatnya KTP kelahiran 1984 itu berlanjut hingga saat ini. Tapi kalau bicara bukti, semua bukti dipegang, bahwa kelahirannya memang 1983.

“Intinya kami tidak melakukan pemalsuan apapun. Kami mendaftar sesuai syarat yang sudah di tentukan panitia,” tutupnya (rie)

Komentar Anda