Bukan Artis Korea, Ini Kasatlantas Polres Lotim yang Baru

Iptu Rita Yuliana saat masih mengikuti pendidikan di Beijing 2018. (IST/IG ritasorchayuliana)

SELONG–Sejumlah perwira di Lingkup Polres Lombok  Timur (Lotim) dimutasi.

Dari sejumlah perwira yang dimutasi itu ada nama Iptu Rita Yuliana, Kasat Lantas Polres Lombok Barat (Lobar) yang tengah viral karena paras dan prestasinya.

Dalam Surat Telegram Kapolda NTB itu, Rita akan menempati jabatan Kaasatlantas Polres Lotim menggantikan AKP  Putu Gede Caka Pratyaksa Ratsuko. AKP Putu sendiri dimutasi menjadi Kasi BPKB Subditregiden Ditlantas Polda NTB. Adapun untuk serah terima jabatan akan dijadwalkan dalam waktu dekat ini.

Bagi Rita sendiri, mutasi ke Lotim ini bak pulang kampung. Karena Rita adalah perempuan asli Lotim, lahir di Selong, 1 Juli 1992.

Bergabung di Kepolisian 2013

IPTU Rita bergabung di kepolisian pada 2013. Saat itu niatan untuk menjadi polisi rupanya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Orang tuanya sempat tidak mengizinkan bungsu empat bersaudara ini untuk tinggal berjauhan.

Tetapi akhirnya, Rita pun nekat mendaftarkan diri pada seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) bersamaan dengan seleksi IPDN sesuai permintaan orang tuanya. Dan takdir pun seolah menggariskan impian Rita; diterima di Akpol.

BACA JUGA :  Membangun Lombok Barat bersama Ulama

Awal-awal mengenyam pendidikan kepolisian tersebut, rasa tidak percaya diri sempat menghinggapinya karena tidak memiliki keluarga maupun kemampuan di bidang kepolisian. Namun berbekal niat yang kuat, Rita mampu menunjukkan kemampuannya dengan mendapatkan nilai tertinggi.

Usai menempuh pendidikan kepolisian dan S1 STIK PTIK, Rita ditugaskan di Polda DIY. Dia pun bertugas di Bagian Sentra Pelayanan Kepolisian di Gunungkidul.

Dapat Beasiswa Pendidikan ke Beijing Tiongkok 2018

Karena prestasinya, maka pada 2018, Rita mengikuti pendidikan ke Beijing. Rita menjadi satu-satunya perwakilan Polri yang mendapatkan Beasiswa International Law Enforcement Liaison Officer Program di Beijing Foreign Studies University (BFSU) Beijing, Tiongkok. Program itu merupakan spesialis bahasa mandarin yang diikuti oleh 33 negara dari tiga benua yakni Eropa, Asia serta Afrika.

Rita juga sempat menorehkan prestasi, di mana ia mendapatkan Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) yakni ujian standarisasi kemahiran berbahasa mandarin bagi penutur asing yang hanya ditargetkan mencapai HSK level 3, tetapi tanpa diduga Rita mendapatkan HSK level 4.

BACA JUGA :  241 Warga Masbagik Ikut Program KB Gratis

Sukses Tangani Kasus TPPO

Pada 2019, Rita pulang ke tanah air dan langsung ditugaskan di Subdit IV Dit Reskrimum Polda NTB. Ia banyak menangani kasus perempuan, anak dan remaja. Selain banyak mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tujuan Timur Tengah.

Salah satu kasus yang cukup menjadi perhatian publik adalah kasus tari striptis di salah satu kafe di Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat.

Pada 2020, Rita kemudian dipercaya menjadi  Kasat Lantas Polres Lobar dan kini akan bertugas di Polres Lotim. “Apa yang selama ini saya capai berkat dari doa orang tua. Untuk itu tujuan hidup saya hanya satu yaitu membahagiakan orang tua,” ujar Rita belum lama ini. (lie/der)