Buat Video Edukasi dan Diunggah di Media Sosial

KAMPANYE : Gaya gokil dokter dan staf RSUD Kota Mataram dalam video kampanye “No Reccaping” (Fahmy/Radar Lombok)

Banyak warga yang tidak paham apa itu “No Recapping”. Reccaping ini adalah tindakan menutup jarum suntik yang sudah digunakan. “No Reccaping” adalah kampanye larangan menutup kembali jarum yang sudah disuntikkan ke pasien oleh dokter sebab itu berbahaya. Setelah selesai digunakan, jarum suntik harus langsung dibuang. Jika ditutup kembali dan dibiarkan, maka penyakit berbahaya pasien bisa menular ke dokter dan lain-lain. Nah, pihak RSUD Kota Mataram punya cara mengkampanyekan hal ini.

 

 


ZULFAHMI-MATARAM


 

Personil RSUD  Kota Mataram yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Medik dr. Emirald Isfihan membuat video edukasi bertema kampanye “No Reccaping”. Kemarin, Emirald menyampaikan bahwa video tersebut berawal dari gagasannya melihat perkembanagn teknologi. Mengambil momen Hari Dokter dan Hari Kesehatan Nasional, pihak RSUD ingin mengedukasi dokter dan warga tentang bahaya penutupan jarum suntik yang sudah dipakai.” Kita ikuti tren yang disukai masyarakat agar pesan kita nyampe,” ungkapnya.

Jarum suntik yang sudah digunakan tidak boleh ditutup selesai digunakan, apalagi sampai disimpan. Jarum suntik yang sudah digunakan harus dibuang ke kotak aman agar penyakit pasien tidak menyebar. Melalui kampanye ini diharapkan warga yang tau memberitahu dokter jika dokter lalai.”Ini cara untuk menyelamatkan pasien, dokter dan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Jika jarum suntik tidak langsung dibuang dan jika ada penyakit berbahaya yang diderita pasien, maka virus atau bakteri yang masih ada dalam jarum akan mengendap dan berpotensi menyebar. Dampaknya akan sangat berbahaya. Itu sebabnya ada gerakan “No Reccaping” ini.

Emirald mengunggah video tersebut di akun fasebook-nya. Video berdurasi sekitar 50 detik ini mendapat respon ratusan orang. Dalam video, semua personil sambil membawa jarum suntik dengan ekpresi yang gokil bernyanyi menyampaikan pesan “No Recapping”. Ia berharap dengan cara ini masyarakat jadi lebih tau dan memahami apa bahaya penggunaan jarum suntik yang tidak langsung dibuang. “ “Cara ini kami anggap lebih mudah sampai daripada cara yang formal,” ujarnya.(*)