Buat SMS Center dan Usir Calo

PUNGLI : Lurah Mandalika membuat banner dan selebaran imbauan agar masyarakat mengurus dokumen di kantor Lurah tidak memakai jasa calo, Kamis kemarin (10/11) (Zulfahmi/Radar Lombok)

Praktek pungutan liar (Pungli) mewabah di negeri ini. Itu sebabnya Presiden Joko Widodo mencanangkan gerakan sapu bersih (Saber) Pungli dan diikuti oleh seluruh daerah. Di Mataram pemerintah kelurahan juga melakukan hal yang sama sebagaimana dilakukan oleh Lurah Mandalika Kecamatan Sandubaya.

 

 


ZULFAHMI-MATARAM


 

Di tingkat Pemkot Mataram, tim Saber Pungli belum terbentuk, namun di Kelurahan Mandalika, upaya-upaya pemberantasan Pungli justru sudah dilakukan oleh Lurah setempat, Romi Karmin.

Romi tidak tinggal diam  dan mengupayakan agar pelayanan kelurahan benar-benar maksimal sebagaiman moto yang ada.

Saat ditemui Radar Lombok kemarin, Romi mengakui praktek Pungli di wilayahnya memang masih ada, tetapi ia menegaskan bahwa yang melakukan Pungli bukanlah pegawai kelurahan, melainkan pihak luar yang memanfaatkan  masyarakat yang mengurus berkas-berkasnya di kantor pemerintahan.

Sebelumnya dirinya tidak mengetahui ada praktek Pungli oleh para Calo yang biasa “mangkal” di kantor Lurah.  Setelah mendapat informasi, ternyata masyarakat mengira  oknum calo adalah staf kelurahan.”Saya tahu hal ini setelah ada laporan dari kepala lingkungan yang warganya merasa dirugikan,” tegasnya.

Lurah kemudian langsung mengusir oknum Calo tersebut.” Orangnya sudah langsung saya usir dan tidak pernah muncul lagi,” jelasnya.

Agar masyarakat tidak dibodohi lagi, sekitar sebulan yang lalu pihaknya sudah membuat SMS pengaduan, nomor HP yang dicantumkan adalah nomor HP pribadinya dan SMS Center Pemkot Mataram. Dari pemberlakuan SMS Center ini pihaknya mendapatkan banyak informasi yang berkaitan dengan pelayanan di kelurahan. Salah satunya laporan ketika staf kelurahan tidak ada di kantor.” Banyak laporan yang masuk, termasuk  praktek Pungli tetapi Pungli yang dilakukan oleh calo,” terangnya.

Tim Saber Pungli di Kelurahan Mandalika sesungguhnya  belum dibentuk karena memang sedikit sulit dilakukan dengan keadaan masyarakatnya seperti  sekarang ini. Ia pun member warning kepada bawahannya untuk tidak coba-coba melakukan praktek Pungli.” Kalau tidak mau saya pidanakan, jangan pernah mencoba jadi calo,” tegasnya.

Pihaknya komit memberikan pelayanan publik yang baik dan gratis. Untuk itu pihaknya mengimbau warga untuk mengurus kebutuhannya sendiri jangan melalui Calo.”Uruslah permohonan anda sendiri jangan melalui perantara atau calo,” pungkasnya.(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid