Buat Kecewa Banyak Peserta, Lombok Marathon Memalukan

LOMBOK MARATHON
MEMALUKAN : Pelaksanaan Lombok Marathon membuat kecewa banyak peserta karena medali yang disiapkan panitia tidak didapatkan, Minggu pagi kemarin (28/1). (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Penyelenggaraan kegiatan Lombok Marathon yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama Dinas Pariwisata (Dispar) NTB mengecewakan ribuan para peserta.  Bahkan, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin juga merasa malu atas bobroknya kegiatan tahunan tersebut.

Salah satu peserta asal Jakarta, Ningsih mengaku sangat kecewa dengan penitia penyelenggara. Dirinya mengikuti Lombok Marathon karena tertarik dengan sosialisasi panitia melalui media dan situs resmi. “Saya sangat kecewa, tidak nyangka akan diginiin gak jelas. Ini Marathon terburuk yang pernah saya ikuti,” ujarnya kesal di kantor gubernur usai kegiatan, Minggu pagi (28/1).

Hal yang membuatnya kecewa, panitia berjanji akan membagikan kaos dan medali bagi peserta yang bisa sampai finish. Namun faktanya, panitia justru berbelit-belit dan tidak sesuai dengan yang dimumkan. “Ini apa-apaan sebenarnya. Kok bisa bilang baju dan medali habis, tidak beres banget panitianya,” kata Ningsih di sekitar Wagub NTB H Muhammad Amin, Kapolda Brigjen Pol Firli dan pejabat lainnya.

Para peserta yang kecewa, menumpahkan kekesalannya langsung kepada Wagub. Mereka menuntut kejelasan karena merasa ditipu oleh panitia. Apalagi peserta Lombok Marathon jumlahnya ribuan yang datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri.  Pelari dari luar negeri ini dari 14 negara diantaranya, Amerika Serikat, Austarlia, Belanda, Kanada, Denmark, China, Francis, Jerman, Jepang, Malaysia. Ada juga Kenya, Puerto Rico, Singapura dan  Ukraina.

Kegiatan tersebut sebenarnya berjalan lancar. Peserta start dari Senggigi Squre Lombok Barat untuk kategori 10 kilometer dan 42 kilometer. Sedangkan kategori 5 kilometer star dari simpang lima kota tua Ampenan. Masalah mulai muncul setelah finish karena banyak yang tidak mendapatkan tanda khusus untuk mengambil medali bagi yang sampai tepat waktu.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu H Moh Faozal mengatakan acara Lombok Marathon  adalah kerja sama antara KONI NTB dengan Dispar Provinsi NTB. Faozal mengaku kegiatan Lombok Marathon kali ini memang memalukan dan mengecewakan. “Ini menegcewakan, malu kita,”ujarnya.

Menurut Faozal, KONI harus bertanggungjawab atas penyelenggaraan yang memalukan ini. Mengingat, sangat merugikan dunia pariwisata NTB. “Ini soal trust (kepercayaan – red). Ini merusak dan sangat berdampak pada pariwisata kita,” kata Faozal.

Dengan kericuhan event ini, lanjutnya, akan berdampak terhadap event-event lainnya. Mengingat dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan event yang bertaraf intenasional. ‘’Setelah ajang ini kita akan mengadakan lagi Rinjani 100 yang akan dilaksanakan Mei 2018,” ujarnya

Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin yang berada di lokasi sangat menyayangkan hal seperti itu bisa terjadi. Panitia harus melakukan evaluasi serius atas pelaksanaan Lombok Marathon yang memalukan itu. “Harus dievaluasi ini, kita semua tentu kecewa,” ucap orang nomor dua di NTB itu.

Wagub terus berusaha menenangkan peserta yang sudah terlanjur kecewa. Dirinya tidak menyangka, kegiatan besar tersebut bukannya membawa nama baik NTB justru yang terjadi sebaliknya dan mengecewakan banyak orang.

Ketua KONI NTB, Andy Hadianto yang dikonfirmasi justru menyalahkan peserta. Menurutnya keributan terjadi karena peserta tidak sabar dan semuanya menginginkan medali. “Semua minta medali, ya medali kita tidak  cukup,” jawabnya.

Selain itu, medali juga tidak diberikan langsung saat sampai finish karena adanya keterlambatan pengiriman dari Singapura. Namun dipastikan, bagi peserta lokal yang sampai finish, akan dikirimkan medalinya agar tidak lagi kecewa.

Andi sendiri tidak bisa memastikan, apakah tahun depan akan ada lagi kegiatan Lombok Marathon. Mengingat, semuanya harus dievaluasi kembali. “Tapi tidak apa-apa lah. Peserta lokal yang tidak dapat medali nanti kita kirimkan saja. Saya juga kecewa, ini karena medali terlambat dari Singapura. Nanti saya evaluasi, kalau tidak akan meriah lagi ya tidak kita lakukan tahun depan. Capek juga kita,” ucap Andi.

Sementara itu, Ketua Panitia Lombok Marathon, Wibowo Budi Santoso saat dihubungi, telepon saluran genggamnya tidak aktif. Praktis, hingga diturunkan berita ini belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan.(zwr/cr-adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid