BSMI Bagikan Masker Gratis ke Warga

BSMI: Relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyalurkan alat perlindungan diri (APD) ke tenaga medis di RSUP NTB. (IST FOR RADAR LOMBOK)
BSMI: Relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyalurkan alat perlindungan diri (APD) ke tenaga medis di RSUP NTB. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM—Wujud kebersamaan dalam mencegah penyebaran virus corona, atau Covid-19, Tim Satgas Covid-19 Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) NTB, dibawah komando dr Rohadi, terus bergerak untuk membantu meringankan warga.

Para relawan dari kalangan dokter, perawat, apoteker, tenaga kesehatan (Nakes), serta relawan umum ini melakukan penggalangan dana untuk membantu pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, membagikan masker kain untuk masyarakat, nutrisi dan Sembako. “Bahkan gerakan pembagian masker yang kita lakukan ini sudah mencapai 2.394 pcs, khusus untuk masyarakat yang tidak mampu,” kata Rohadi, kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (23/4).

Gerakan ini dilakukan sambung Rohadi, diharapkan dapat menekan secara cepat penyebaran Covid-19, dengan hastag #WajibPakaiMasker. “Saat kita menggunakan masker, saya melindungi anda, anda melindungi saya, dan kita semua aman. Semakin banyak yang menggunakan masker, maka semakin sedikit virus yang akan menyebar, dan semakin sedikit yang akan terpapar,” ujarnya.

Selain itu, bantuan APD untuk kalangan tenaga medis ditingkat puskesmas, dan rumah sakit juga dilakukan, dengan fokus penyaluran masih di wilayah Lombok.

Sebagai salah satu organisasi nirlaba, yang fokus menebarkan ilmu dan tenaga untuk kemanusiaan. Menurut pria yang akrab disapa dokter Rohadi ini, pihaknya akan terus intens turun ke masyarakat, guna melakukan sosialisasi pencegahan virus corona (COVID-19).

Selain itu, pihaknya juga melakukan seminar tentang kesehatan, berkaitan dengan pencegahan COVID-19. Dia berharap masyarakat untuk tetap waspada, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan, seiring berkembangnya kasus positif di NTB.

Para relawan BSMI juga terus gencar melakukan sosialisas ke masyarakat dengan berbagai cara. Termasuk para relawan yang tersebar di pulau Lombok, melakukan sosialiasi dengan menggunakan Bahasa Sasak, sehingga mudah diterima masyarakat. Dan ketika turun lapangan, para relawan juga tetap memakai atribut sesuai protokol, menggunakan masker. “Saat ini masyarakat adalah salah satu ujung tombak utama dalam memutus penyebaran virus corona. Caranya, yakni dengan mentaati imbauan pemerintah, serta tetap menjaga jarak,” imbuhnya. (dir)