BSI Jadikan NTB Motorik Pertumbuhan Keuangan Syariah

Area Manajer BSI Bali Nusra Sukma Dwie Priardie
Area Manajer BSI Bali Nusra Sukma Dwie Priardie

MATARAM – Bank Syariah Indonesia (BSI) memberikan perhatian besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di NTB. Pasalnya, potensi ekonomi syariah sangat besar. Terbukti dengan kinerja BSI di NTB pada tahun 2021 tumbuh fantastis. Hal tersebut dilihat dari nilai aset BSI di NTB pada tahun 2021 mencapai Rp 3 triliun untuk Bali NTB dan NTT. Dari angka tersebut, sekitar 70 persennya di dongkrak oleh kinerja BSI di NTB.

“Potensi keuangan syariah di NTB sangat luar biasa, meski market share masih kecil. Karena itu pada tahun 2022 ini, kami akan genjot edukasi literasi keuangan masyarakat NTB,” kata Area Manajer BSI Bali Nusra Sukma Dwie Priardie, Rabu (12/1).

Sukma mengakui jika potensi keuangan syariah di NTB masih sangat besar. Karena dari sejumlah perbankan syariah di NTB, masih banyak yang belum memanfaatkan lembaga keuangan syariah. Untuk menarik masyarakat NTB memanfaatkan keuangan syariah, BSI akan menggencarkan edukasi dan literasi keuangan syariah kepada berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pondok pesantren, perguruan tinggi negeri dan swasta, hingga takmir masjid. Bahkan, BSI sudah menjalin kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) NTB lebih gencar lagi memasyarakatkan keuangan syariah di NTB yang diketahui mayoritas berpenduduk muslim.

BACA JUGA :  Jadi Wakil Komisaris Utama BSI, Ini Ulasan TGB Soal Bank Syariah

Selain memperbanyak edukasi literasi keuangan syariah, BSI juga akan lebih gencar lagi menyalurkan pembiayaan di sektor produktif. Termasuk juga di sektor pariwisata, seperti kuliner, UMKM perdagangan dan juga feisyen muslim industri. Untuk pembiayaan di sektor produktif ini, BSI akan menjalin kerja sama dengan Pemprov NTB. Begitu juga dengan berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah lainya yang ada di NTB.  

“Selain memperbanyak literasi keuangan syariah bagi takmir masjid, juga menyasar ponpes dan perguruan tinggi,” kata Sukma.

Pada tahun 2021, sejumlah lembaga pendidikan sudah menjadi mitra kerja sama BSI. Seperti Universitas Mataram (Unram), UIN Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), dan sejumlah perguruan tinggi swasta yang ada di NTB, seperti UTS dan lainnya. begitu juga dengan puluhan pondok pesantren (ponpes) besar di NTB juga sudah menjalin kerja sama dengan BSI.

BACA JUGA :  TGB Ditetapkan Jadi Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia

Menurut Sukma melihat potensi pengembangan keuangan syariah yang begitu besar, maka NTB harus dijadikan motorik pertumbuhan BSI. Karena jika melihat pertumbuhan aset BSI pada tahun 2021 yang menjadi tahun pertama merger tiga perbankan syariah, yakni BNI Syariah, BRI Syariah dan Bank Syariah Mandiri (BSM), untuk area Bali Nusra (NTB dan NTT) pertumbuhan aset sebesar Rp 3 triliun itu didominasi di NTB mencapai 70 persen.

Begitu juga dengan penyaluran pembiayaan pada tahuun 2021 untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh BSI mencapai Rp 352 miliar lebih atau naik lebih dari 100 persen dibandingkan dengan penyaluran KUR pada tahun 2020. Pada tahun 2020 penyaluran KUR sebesar Rp 165 miliar. Artinya terjadi pertumbuhan penyaluran KUR BSI sebesar Rp 186 miliar dari total tersalurkan Rp 352 miliar lebih pada tahun 2021 untuk Bali Nusra.

“Dari angka Rp 352 miliar lebih itu, 90 persennya ada di NTB. Artinya ekonomi syariah di NTB potensi pasarnya sangat besar,” sebutnya. (luk)