Bripda Dian, Satu di Antara Dua Polwan yang Dikirim ke Papua

BERTUGAS: Bripda Dian Anggraini (jilbab) bersama rekannya Bribda Ni Kadek Winda saat tiba di Papua. (IST FOR RADAR LOMBOK)

Kemampuannya Tak Diragukan, Kuasai Bela Diri dan Aksi TembakBripda Dian, salah satu anggota Brimob perempuan yang dikirim ke Papua. Ia bergabung dengan anggota pengamanan PON Papua XX. 


DERY HARJAN-MATARAM


Polda NTB mengirim 201 personel BKO ke Polda Papua. Dari jumlah tersebut hanya ada dua polwan. Salah satunya adalah Bripda Dian Anggraini. Dian adalah lulusan Sespolwan tahun 2018. Meski baru beberapa tahun tetapi kemampuan mereka sudah tidak dapat diragukan lagi. Terutama dalam hal menembak. Segala macam gaya menembak dari yang mudah hingga paling sulit pun telah dikuasainya. Begitu juga dalam hal bela diri.

Berbekal hal itu, ia terpilih menjadi salah satu di antara dua polwan yang dikirim untuk pengamanan PON di Papua. Ditemui saat hendak berangkat pada pekan lalu, tak ada guratan ketakutan dalam raut wajahnya. Dian bersama anggota Brimob lainnya yang terpilih ini berusaha tampil berani dan tangguh, usai menjalani serangkaian latihan khusus.

BACA JUGA :  Mengunjungi Kerajaan Bisnis Keluarga Faber di Indonesia

Dian menuturkan, penugasannya ke luar NTB bukan kali pertamanya. Penugasan ke Papua ini merupakan kedua kalinya. Sebelum ke Papua, Dian pernah dikirim ke Jakarta. Saat itu dalam rangka pengamanan acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Saat itu penugasannya berjalan dengan lancar. Harapan yang sama dalam penugasan kali ini. Ia berharap bisa memberikan hasil terbaik bagi negara dalam melaksanakan tugas di Papua serta pulang dengan selamat. Tantangan bertugas di Papua tentu lebih berat. Sebab di Papua, mereka dihadapkan dengan ancaman kelompok teroris yang kerap kali menyerang aparat penegak hukum dengan menggunakan senjata api.

BACA JUGA :  Usaha Pedepokan Pawang Selaparang Gegutu Timur Pertahankan Tradisi Peresean

Korban dari aparat penegak hukum pun telah banyak berguguran selama ini. Meski begitu itu tidak menjadi alasan bagi Dian untuk menolak panggilan dari negara.
“Pada intinya kita siap ditugaskan kemana pun. Sebab itu adalah bentuk pengabdian kepada negara,” bebernya.
Terlebih saat ini Dian masih single. Jadi tidak terikat dengan urusan sebagai ibu rumah tangga. “Saya belum berkeluarga,” akunya sembari tersenyum.

Untuk penugasannya selama di Papua itu berlangsung hingga selama sebulan terhitung sejak Kamis (16/9) lalu. Tetapi jika dibutuhkan lagi mereka bisa lebih lama berada di tanah Cenderawasih itu. (**)