BRI Uji Coba Penyaluran 547 Kartu Tani

BRI Uji Coba Penyaluran 547 Kartu Tani
KARTU TANI: Pimwil BRI Bali Nusra, Dedi Sunardi saat penandatanganan MoU bersama Wagub NTB, H. Muhammad Amin, dalam melaksanakan penyaluran Kartu Tani bagi petani tanaman pangan di NTB, Kamis (19/10). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah mulai melakukan ujicoba pemberlakukan Kartu Tani kepada petani penerima pupuk bersubsidi di dua kecamatan di Pulau Lombok. Sebanyak 547 orang petani telah menerima Kartu Tani, untuk selanjutnya digunakan membeli pupuk bersubsidi di pengecer resmi yang telah ditunjuk agen dan distributor dalam hal ini PT Pupuk Kaltim dan PT Petrokimia.

Untuk memperluas pemanfaatan Kartu Tani, Bank BRI bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis kemarin (19/10) melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pimpinan Wilayah BRI Bali Nusra, Dedi Sunardi bersama Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin dalam pertemuan Forum Kerjasama Daerah.

“Dalam waktu dekat kami di BRI secepatnya akan melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan kabupaten/kota dalam merealisasikan Kartu Tani ini,” kata Pinwil BRI Bali Nusra, Dedi Sunardi didampingi Pimpinan Cabang (Pincab) BRI Mataram, Mohammad Harsono disela-seala penandatanganan MoU.

Program pemberian Kartu Tani tersebut untuk uji coba dilaksanakan di dua titik yang ada di Kota Mataram dan Lombok Tengah. Sebanyak 547 orang petani diantaranya di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram ada 276 orang petani dan di Desa Kidang, Kecamatan Praya, terdapat 271 orang petani yang sudah menerima Kartu Tani dari BRI kerjsama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Pimwil BRI Bali Nusra, Dedi Sunardi mengatakan, penggunaan Kartu Tani bagi petani yang berhak menerima subsidi pupuk sebagai salah satu program pemerintah pusat sebagai salah satu upaya memperbaiki data dan lebih kepada agar penerima bantuan tersebut bisa tepat sasaran. “Kartu Tani ini pastinya berguna untuk mendapatkan pupuk bersubsidi di pengecer resmi,” kata Dedi Sunardi.

Dijelaskannya, untuk mendapatkan Kartu Tani dari Bank BRI, maka petani tersebut harus memenuhi syarat. Salah satu kriteria penerima kartu tani adalah, petani tersebut masuk dalam RDKK kelompok tani, memiliki lahan sawah kurang dari 2 hektar dan merupakan keluarga kurang mampu. Ketiga kategori tersebut harus dimiliki oleh petani yang berhak menerima Kartu Tani dari Bank BRI yang digunakan membeli pupuk bersubsidi, bibit bersubsidi.

“Untuk uji coba di dua kecamatan tersebut, Alhamdulillah berhasil dan berjalan sukses. Kami berharap segera ada PKS dengan kabupaten/kota, sehinga semua petani yang masuk RDKK bisa disalurkan Kartu Tani ini,” jelasnya.

Sementara itu, Pincab BRI Cabang Mataram, Mohammad Harsono mengatakan, program penyaluran Kartu Tani di Kecamatan Sekarbela sebagai lokasi uji coba sudah berjalan dengan baik.

“Penyaluran Kartu Tani di Sekarbela, Kota Mataram sudah berlangsung dari tahun 2016 untuk uji coba. Hasilnya berjalan lancar, petani menggunakan Kartu Tani dari Bank BRI tersebut untuk mengambil pupuk bersubsidi di pengecer,” terangnya.

Menurut Harsono, setelah melihat pelaksanaan uji coba Kartu Tani di dua kabupaten/kota di Pulau Lombok berjalan suskes, diharapkan penandatanganan PKS bersama kabupaten/kota untuk melaksanakan secara keseluruhan bagi petani yang terdaftar dalam RDKK bisa segera disalurkan Kartu Tani.

Hal ini untuk mempermudah petani mendapatkan jatah pupuk bersubsidi sesuai dengan haknya dan luar areal tanam sawah. “Program Kartu Tani ini juga sebagai salah satu terobosan untuk digitalisasi keuangan,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid