BRI Pastikan Tak Terpengaruh Kasus Skimming

Dedi Sunardi (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kasus pembobolan rekening nasabah Bank BRI Cabang Mataram dengan pola “skimming” sebelumnya dikhawatirkan akan melemahkan kepercayaan masyarakat hingga akan terjadi penarikan uang tabungan besar-besaran (rush) para nasabah. Namun hal tersebut tidak terjadi.

Bahkan, Pemimpin Wilayah Bank BRI Denpasar, Dedi Sunardi memastikan kalau nasabah Bank BRI Cabang Mataram dan NTB pada umumnya mengalami pertumbuhan positif. “Tidak ada penarikan dana nasabah besar-besaran terkait kasus skimming ini. Justru dana pihak ketiga (DPK) tumbuh positif,” kata Dedi Sunardi, Kamis kemarin (10/11).

Dikatakan, kasus yang menimpa Bank BRI dengan kebobolan rekening nasabah, dimana kerugian mencapai Rp 2,7 miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 515 orang, saat ini sudah ditangani dengan cepat dan tepat. Bank BRI telah melakukan pergantian uang nasabah. Sehingga dengan demikian para nasabah tidak perlu khawatir ataupun panik, karena uang mereka dalam kondisi aman, selama nasabah tersebut menunjukan dokumen sesuai dengan syarat yang ditentukan pihak BRI, yang tetap di kawal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Dedi, awalnya pihak BRI sempat khawatir dengan permasalahan yang dihadapi terkait kassus skimming tersebut. Namun justru yang dikhawatirkan tersebut tidak terjadi, melainkan jumlah masyarakat yang membuka rekening baru selama kasus tersebut merebak hingga pertengahan November ini cukup tinggi.

Begitu dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), juga tumbuh signifkan. BRI sebagai lembaga perbankan nasional memberikan kepercayaan kepada masyarakat. Begitu kasus tersebut merebak, dan nasabah mulai banyak melapor, pihak BRI langsung membuka layanan pengaduan setiap hari tanpa hari libur.

Setelah mendapatkan laporan pengaduan dari nasabah, pihak BRI langsung melakukan pendataan dan ferivikasi data dan dokumen nasabah. Selanjutnya dengan cepat dan tepat BRI mulai melakukan penggantian dengan memasukan kembali uang nasabah ke rekening nasabah yang menjadi kerugiannya.

Denga demikian kata dia, nasabah menjadi aman dan nyaman, serta tidak panic. Karena Bank BRI tetap bertanggungjawab atas kejadian tersebut dengan mengganti uang nasabah. Selain itu, bagaimanapun juga lembaga perbankan merupakan bisnis yang menjual kepercayaan, dan dalam kasus ini BRI juga ikut menjadi korban kejahatan perbankan tersebut. “Kasus skimming tidak sampai mempengaruhi pertumbuhan simpanan dan DPK BRI Cabang Mataram, tapi justru tumbuh bagus,” ujarnya.

Kasus skimming rekening milik nasabah Bank BRI Cabang Mataram melalui layanan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dipastikan sebanyak 515 nasabah yang menjadi korban pembobolan tersebut. Dari jumlah 515 nasabah, BRI mencatat potensi kerugian terkait kasus pembobolan rekening sebesar Rp2,7 miliar.

Uang nasabah yang menjadi korban skimming di Kantor Cabang Mataram langsung ditanggapi dan ditangani untuk merespon laporan-laporan nasabah yang masuk, dan saat ini sudah mencapai 90 persen atau sebanyak 463 orang dari 515 nasabah yang dananya sudah dikembalikan langsung ke ke rekening nasabah yang dibobol.

Nilai uang nasabah korban skimming yang telah dikembalikan mencapai Rp 1,9 miliar. Sisanya minggu ini sudah selesai dikembalikan ke semua nasabah yang jadi korban skimming ini. Aksi skimming rekening yang dilakukan pelaku kejahatan perbankan dengan memasang alat berupa ‘skimmer’ dan kamera tempel pada perangkat mesin ATM, sehingga kartu dan PIN nasabah yang melakukan transaksi dapat terbaca. Kemudian pelaku melakukan penggandaan kartu dan melakukan transaksi penarikan melalui kartu ATM palsu.

Dari hasil pemeriksaan tim ahli IT yang dimiliki Bank BRI, diindikasikan ada enam mesin ATM yang ada di Kota Mataram dipasangkan mesin ‘skimmer’. Keenam mesin ATM yang diindikasikan tersebut, ada ditemukan satu mesin ‘skimmer’ yang masih terpasang di mesin ATM milik BRI tersebut. Terkait temuan itu, Pemimpin Wilayah BRI Denpasar, Dedi menginstruksikan agar seluruh mesin ATM yang terindikasi sudah dipasangi mesin ‘skimmer’ untuk dibongkar dan diganti menggunakan perangkat mesin ATM baru.

Selain itu, seluruh mesin ATM yang ada di seluruh NTB juga dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, apakah ada juga indikasi pernah dipasangin mesin ‘skimmer’ oleh pelaku kejahatan perbankan tersebut. BRI juga telah melakukan tindakan preventif lain untuk mencegah skimming ATM, diantaranya mengintensifkan pengawasan dan pemeriksaan berkala terhadap seluruh mesin ATM BRI yang tersebar di seluruh Indonesia. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid