BRI Dominasi Penyaluran KUR Usaha Mikro

BANK BRI
BANK BRI

MATARAM—Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat pada semester 1 tahun 2017 ini ada 12 lembaga perbankan yang menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) di Provinsi NTB. Dari 12 lembaga perbankan sebagai penyalur KUR, sebanyak 6 bank yang fokus menyaluran KUR untuk usaha Mikro.

Kepala Bidang Fasilitas Simpan Pinjam dan Permodalan (FSPP) DInas Koperasi UKM Provinsi NTB, Erwadio menyebut, hingga tanggal 13 Juni 2017, realisasi penyaluran KUR di Provinsi NTB dari 12 lembaga bank mencapai Rp383.941.579.287 dengan jumlah penerima sebanyak 16.586 orang. “Dari Rp383, 941 miliar yang sudah tersalur itu, masih didominasi dari Bank BRI untuk KUR usaha Mikro,” kata Erwadio, Kamis kemarin (15/6).

Lebih lanjut Erwadio mengatakan, dari jumlah Rp383,941 miliar pembiayaan KUR yang sudah tersalurkan, untuk alokasi usaha MIkro sebesar Rp261,904 miliar lebih diberikan kepada 15.393 orang debitur. Hanya saja, untuk usaha mikro dan KUR ritel ini masih didominasi usaha perdagangan. Untuk KUR Ritel yang sudah tersalurkan mencapai Rp120,991 miliar lebih, kepada 1.133 orang debitur.

Dari 12 bank yang menjadi penyalur KUR di NTB, sebanyak 6 bank yang menyalurkan KUR untuk mikro dan ritel. Lembaga perbankan yang menjadi penyalur terbesar untuk KUR adalah BRI dengan mencapai realisasi sebesar Rp246.605.554.000 toal debitur sebanyak 13.548 orang. Dengan rincian untuk KUR MIkro senilai Rp 222.468.700.000 dengan jumlah debitur sebanyak 13.441 orang. Sementara untuk  KUR  Ritel sebesar Rp23.745.000.000 dengan jumlah debitur sebanyak 114 orang.

Selain melayani dan menyalurkan untuk KUR Mikro dan KUR Ritel, BRI juga menyalurkan KUR untuk TKI (tenaga kejra indonesia). KUR TKI diperuntukan bagi calon tenaga kerja keluar negeri baik untuk ongkos dan juga biaiya hidup bagi keluarga yang ditinggalkan. Untuk KUR TKI ini, BRI sudah menyalurkan sebesar Rp391.854.000 untuk 23 orang debitur calon TKI.

Selain Bank BRI, lanjut Erwadio, realisasi penyaluran KUR dari Bank Mandiri untuk KUR MIkro sebesar Rp25,195 miliar yang diberikakn kepada 1.343 orang debitur. Untuk KUR Ritel sebesar Rp76,900 miliar kepada 909 orang debitur. “Ada juga BRI Syariah sebesar Rp10,926 miliar kepada 499 orang debitur. BRI Syariah ini lebih fokus penyalurannya menyasar KUR MIkro,” kata Erwadio.

Sementara itu, Bank NTB untuk KUR Mikro sebesar Rp2,136 miliar kepada 120 orang debitur dan untuk KUR ritel sebesar Rp396 juta kepada 9 orang debitur. Sedangkan penyalur KUR paling rendah untuk mikro dilakukan oleh BNI. Dimana BNI baru menyalurkan KUR sebesar Rp305 juta kepada 18 orang debitur. Sementara untuk KUR Ritel justru lebih besar mencapai Rp15,425 miliar diberikan kepada 85 orang debitur.

Untuk BCA hanya lebih fokus menyallurkan KUR Ritel sebesar Rp900 juta kepada 2 orang debitur. ADa juga Bank Bukopin menyalurkan KUR Ritel sebesar Rp872 juta kepada 2 orang debitur. Sementara itu BPD Bali juga menyalurkan KUR Ritel dengan besaran Rp3,625 miliar kepada 14 orang debitur.

Sementara itu, sambung Erwadio ada 4 bank yang lebih fokus menyalurkan KUR TKI. Dantaranya Bank SInarmas, Maybank, Bank CTBC dan Bank Artha Graha I. Hingga tanggal 13 Juni 2016, realisasi KUR TKI di NTB sudah mencapai Rp1.045 miliar yang diberikan kepada 60 orang debitur calon TKI. “Untuk KUR TKI ada juga BRI yang realisasinya cukup besar,” tutupnya. (luk)

BACA JUGA :  Februari, Pelaku Usaha Wisata Diskon Besar-Besaran