BPSDM Perhubungan Kemenhub Gelar Diklat untuk Wirausahawan Perajin Sekitar KEK Mandalika

DIKLAT: Kepala BPSDM Perhubungan Kemenhub RI, Ir Sugihardjo, M.Si, didampingi Ketua Dharma Wanita BPSDM Perhubungan Kemenhub RI, yang juga Ketua Panitia, Ny Andajani Sugihardjo, ketika meninjau pelatihan di kelompok perajin kerang, Sabtu (7/11/2020). (sigit/radarlombok.co.id)

MATARAM—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, melalui Badan Pengembangan SDM Perhubungan, bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), dan Dekranasda NTB, menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepada para wirausahawan perajin di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Provinsi NTB, yang berlangsung di Hotel Sheraton Senggigi, Sabtu (7/11/2020).

“Kegiatan berlangsung selama lima hari, 7 – 11 November, diikuti oleh 100 wirausahawan perajin di NTB, khususnya pelaku UMKM atau perajin yang ada di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai satu diantara lima DSP di Indonesia,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kemenhub RI, Ir Sugihardjo, M.Si, yang dijumpai radarlombok.co.id, di sela Diklat.

Harapannya, setelah mengikuti Diklat, para wirausahawan perajin dapat berinovasi dan berkreasi, agar dapat menghasilkan produk kerajinan tangan unggulan, meningkatkan pemanfaatan tiga potensi sumber daya alam, seni, budaya dan kearifan lokal di NTB.

Selain itu, Diklat ini merupakan program pembinaan bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sehingga dapat meningkatkan pemasaran produk kerajinan tangan unggulan, melalui efektivitas promosi dengan memperluas jaringan pemasaran, yang salah satunya dengan pemanfaatan teknologi, khususnya di tengah masa pandemi.

Seperti diketahui sambung Sugihardjo, pada tahun 2014 lalu, Presiden RI telah menetapkan Mandalika sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, yang salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kegiatan perekonomian melalui pembangunan dan pengelolaan zona pariwisata di wilayah Lombok khususnya, dan Provinsi NTB pada Umumnya.

Artinya, penetapan KEK Mandalika sebagai zona wisata baru prioritas, diharapkan wilayah Mandalika khususnya, dan NTB umumnya, dapat tumbuh menjadi salah satu wilayah wisata alternatif, selain Bali atau tempat wisata lainnya.

Berdasarkan data Opus Creative Economy Outlook 2020, sumbangan sektor ekonomi kreatif pada pendapatan domestik bruto (PDB) diperkirakan sebesar Rp 1.100 triliun, yang berasal dari tiga subsektor ekonomi kreatif, yaitu kuliner, fashion dan kriya.

“Dari data tersebut, bisa dilihat bahwa kriya (kerajinan tangan) merupakan salah satu sektor yang penting dalam menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Sugihardjo.

Sehingga menyadari potensi tersebut, Kemenhub RI berinisiatif untuk melakukan kerjasama lintas sektor untuk memberikan wujud nyata, bahwa pemerintah hadir untuk mempertahankan martabat kerajinan sebagai cipta karya yang bernilai seni budaya, dan bernilai ekonomi, dengan melibatkan beberapa sector, baik itu pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara ataupun swasta untuk secara kolektif menjaga kelangsungan kerajinan daerah, sebagai salah satu cara untuk melestarikan budaya bangsa.

Kemajuan teknologi saat ini berkembang sangat pesat, terutama pada masa pandemi ini, para perajin dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi yang berkembang beberapa kali lipat lebih cepat dari perkembangan teknologi di masa sebelum pandemi.

Selain itu, saat ini para perajin juga dipaksa untuk dapat menyesuaikan diri dengan sistem penjualan melalui e commerce, sebagai salah satu media pemasaran yang lebih luas tanpa batasan ruang dan waktu. “Karena itu, dari pelatihan ini saya selaku pribadi dan Kepala BPSDMP Kemenhub RI, berharap bahwa setelah selesai kegiatan ini dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan kompetensi bagi seluruh perajin, dan juga merangsang tumbuhnya sentra-sentra usaha dan wirausaha baru untuk meningkatkan kesejahteraan, dan kemandirian secara ekonomi bagi masyarakat di wilayah Mandalika, Lombok dan sekitarnya,” jelas Sugihardjo.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita BPSDM Perhubungan Kemenhub RI, yang juga Ketua Panitia, Ny Andajani Sugihardjo, dalam laporannya menyampaikan, bahwa Diklat kepada 100 wirausahawan perajin di daerah wisata KEK Mandalika dan sekitarnya ini, merupakan program pengabdian masyarakat. Dengan tujuan utama dapat meningkatkan kualitas SDM perajin dan pelaku UMKM di kawasan Mandalika dan sekitarnya. Sehingga bisa memanfaatkan potensi lokal sebagai peluang berusaha, guna terwujudnya percepatan ekonomi pada destinasi pariwisata super prioritas Mandalika.

“Tak kalah pentingnya, agar bisa mengembangkan kerajinan nasional Indonesia dengan peningkatan kualitas desain dan kemasan produk, agar sesuai dengan selera pasar. Meningkatkan kesadaran pelaku usaha kerajinan untuk lebih peduli dan kreatif di era industri 4.0 dengan pengetahuan berbisnis secara digital dan online,” harap Andajani.

Berbagai materi pelatihan yang diberikan, sambung Andajani, meliputi materi kewirausahaan, yang akan disampaikan oleh dosen/tenaga pengajar dari Dekranas dan BPSDMP Kementerian Perhubungan. Dan juga pelatihan kerajinan tangan yang disampaikan oleh para instruktur dari Jakarta dan luar daerah, maupun daerah lokal di NTB sesuai dengan bidang keahliannya untuk menciptakan produk kerajinan tangan yang kreatif.

“Sasaran pelatihan yaitu para wirausahawan perajin di NTB yang selanjutnya dibagi dalam enam kelompok kerajinan, yaitu kelompok kerajinan wastra 1 seperti kerajinan aneka tas, topi pantai, seminar kit, dan home décor. Selanjutnya kelompok kerajinan wastra 2 meliputi kerajinan kaos, masker, sarung pantai, dan kipas). Kelompok kerajinan wastra 3 (Outer), kelompok kerajinan kerang seperti home décor, piring, dan mangkok, kelompok kerajinan patung kayu seperti boneka adat NTB, dan kelompok tamarin seperti kaos, kerudung dan jilbab,” jelas Andajani.

Selain Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kemenhub RI, Ir. Sugihardjo, M.Si, hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, yaitu Ketua Harian Dekranasda Provinsi NTB, Ibu Hj. Nuryanti, SE. ME, Sekretaris Dekranasda NTB, Ibu Endah Setyorini, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang Lombok, Ibu Virna Andri Gandhy, para pejabat di Lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan, para Pengurus DWP BPSDM Perhubungan, para Instruktur pelatihan, dan para tamu undangan lainnya. (gt)