BPJamsostek Ajak Seluruh Peserta Tumbuhkan Budaya Anti Korupsi

hari anti korupsi dunia
Kepala BPJamsostek Cabang NTB Adventus Edison Souhuwat memperingati Hari Anti Korupsi Dunia. 9 Desember.

MATARAM – Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati pada tanggal 9 Desember dimanfaatkan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) untuk mengajak seluruh peserta dan stakeholder menumbuhkan budaya anti korupsi. Komitmen tersebut dilakukan melalui beragam kegiatan kampanye yang diselenggarakan secara serentak di seluruh kantor cabang BPJamsostek seluruh Indonesia dengan mengambil tema “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi”. Pada kampanye anti korupsi tersebut, Direksi dan Dewan Pengawas BPJamsostek turut memberikan dukungannya dengan terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan yang digelar di kantor pusat BPJamsostek Jakarta. Sementara itu Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo turun langsung untuk mengikuti perayaan Hakordia 2021 di kantor cabang Samarinda.

Selain peserta yang datang di kantor cabang, BPJamsostek juga mengajak para peserta untuk meramaikan perayaan Hakordia 2021 dengan cara mengunggah foto yang disertai dengan quote tentang reaksi antikorupsi di media sosial masing-masing. Foto yang diunggah wajib mention akun BPJS Ketenagakerjaan dan mencantumkan hashtag #HAKORDIA2021BPJAMSOSTEK #4FIGHTS #WBSNEWBPJamsostek. Foto dan quote terbaik akan mendapatkan hadiah dari BPJamsostek.

BACA JUGA :  58 Atlet PON Cedera Biaya Pengobatan Ditanggung Penuh BPJamsostek

“Melalui kegiatan ini kami ingin menciptakan lingkungan BPJamsostek yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hal tersebut penting bagi kami, sebagai salah satu institusi yang memberikan pelayanan publik kepada masyarakat,” ungkap Anggoro.

Anggoro menambahkan bahwa BPJamsostek telah memiliki kanal pelaporan berupa Whistle Blowing System (WBS) yang dapat digunakan oleh peserta maupun masyarakat untuk melaporkan suatu perbuatan yang berindikasi pelanggaran di lingkungan BPJamsostek. Pelapor dapat mengakses aplikasi tersebut melalui wbs.bpjsketenagakerjaan.go.id dengan melakukan registrasi terlebih dahulu. Bagi pelapor yang tidak ingin diketahui identitasnya, BPJamsostek juga menyediakan fitur pelaporan tanpa harus melakukan registrasi atau secara anonim. Melalui aplikasi ini masyarakat dapat melaporkan segala bentuk penyimpangan diantaranya pelanggaran, kecurangan, suap, konflik kepentingan, KKN, gratifikasi maupun asusila. BPJamsostek akan menjamin kerahasiaan seluruh identitas masyarakat yang membuat pelaporan melalui WBS.

BACA JUGA :  BPJamsostek Perbanyak Rumah Sakit Melayani Perawatan Kecelakaan Kerja

“Semoga peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini dapat menjadi pemicu bagi BPJamsostek untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta yang bebas dari segala bentuk penyimpangan. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti segala pelaporan yang telah diberikan demi mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan dan menyejahterakan pekerja Indonesia,” pungkas Anggoro.

Kepala BPJamsostek NTB Adventus Edison Souhuwat mengatakan mendukung kegiatan antikorupsi dalam pelaksanaan pelayanan prima di kantor cabang, pihaknya tidak mentolerir praktik yang mengarah pada tindakan korupsi dan gratifikasi. Melalui peringatan Hari Anti Korupsi Dunia, BPJamsostek mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkomitmen melawan seluruh bentuk korupsi dan bersama mewujudkan budaya antikorupsi.

“Dalam menyelenggarakan program jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJamsostek menggunakan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” tutupnya. (luk)