BPD PHRI NTB Gelar Musda

MUSDA PHRI: Jajaran Pengurus PHRI NTB, foto bersama Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, usai pembukaan Musda PHRI, Jum’at kemarin (18/11) (HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) NTB, Jumat kemarin (18/11) menggelar kegiatan musyawarah daerah (Musda) untuk memilih Ketua PHRI NTB periode lima tahun kedepan. Musda di ikuti oleh 142 anggota PHRI, terdiri dari 135 hotel dan 7 restauran yang tersebar di NTB.

Marcel Navest, Ketua Panitia Musda menyampaikan, bahwa kegiatan Musda tersebut merupakan kewajiban suatu organisasi sesuai Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) PHRI, yang di sahkan pada Musyawarah Nasional Khusus (MUNASSUS) 1 PHRI Tanggal 16 September 2016 di Jakarta.

“Musda merupakan perangkat organisasi BPD PHRI sebagai lembaga perwakilan anggota, dan merupakan lembaga kekuasaan tertinggi BPD PHRI, sekaligus BPD PHRI sebagai penanggung jawab Musda,” ujar Marcel dalam laporannya.

Dia juga berharap, agar nantinya Musda yang berlangsung selama sehari tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar, sehingga kedepan apapun rancangan program yang dicanangkan bisa berjalan maksimal. “Pemimpin yang terpilih tentunya harus bisa bekerjasama dengan pemerintah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) PHRI, Hariadi BS Sukamdani dalam sambutan menyampaikan, Musda untuk NTB sebenarnya sudah di nanti-nanti sejak 2 tahun yang lalu. Namun karena ada sesuatu dan lain hal, sehingga Musda baru bisa terlaksana hari ini (kemarin, red).

Kendati demikian, pihaknya berharap siapapun yang terpilih nanti, harus bisa terus-menerus melakukan konsolidasi di semua stakeholder, baik itu pemerintah maupun masyarakat. Terlebih sektor pariwisata merupakan salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi. “Masyarakat NTB juga  masih sangat kental dengan budaya, dan pariwisatanya juga termasuk diunggulkan nasional,” tambahnya.

Kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan rencana tahun 2018 mendatang akan menggelar even Visit Indonesia, yang tujuannya adalah untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Indonesia kepada para turis mancanegara. Untuk itu dia berharap keberpihakan pemerintah kepada sektor pariwisata tetap dilakukan.

Sementara Tjok Oka Artha Ardhana, Caretaker Ketua PHRI NTB, sekaligus Korwil PHRI Bali, NTB dan NTT menuturkan, bahwa PHRI merupakan satu-satunya asosiasi yang anggotanya adalah para pemilik hotel dan restauran, sehingga PHRI menjalin kemitraan dengan tiga pihak.

“Mitra kita adalah pemerintah, yang sejak awal memberikan masukan, kemudian masyarakat yang masih kental dengan adat istiadat beserta budaya, serta terakhir menjalin kemitraan dengan manajemen hotel maupun restauran. Karena itu mengapa begitu banyak pemilik hotel maupun restauran yang kemudian memberikan mandat kepada manajer,” ungkapnya.

Melihat begitu kompleks persoalan yang membelit para pelaku usaha pariwisata, maka dia juga meyakini, bahwa siapapun pemimpin PHRI NTB nanti yang terpilih, merupakan pemimpin yang memang sudah bersedia mengorbankan waktu dan materinya untuk organisasi.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, HL Moh. Faozal, yang membuka kegiatan Musda itu, sebelumnya menyampaikan bahwa Pemprov NTB telah berupaya maksimal mengembangkan sektor kepariwisataan. Terbukti banyak penghargaan yang telah di torehkan NTB, khususnya di sektor pariwisata yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Kadis Faozal juga berharap, siapapun yang terpilih sebagai Ketua PHRI NTB nantinya, bisa membawa pariwisata NTB menjadi lebih baik lagi. ”Saya tidak memiliki kepentingan, siapapun yang menang. Intinya asal bisa bekerjajsama dengan pemerintah,” harapnya.(cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid