Booster Jadi Syarat, Wisatawan Dikhawatirkan Menurun

HOTEL: Kunjungan wisatawan bisa menurun jika vaksin booster diberlakukan menjadi syarat perjalanan. Tampak salah satu hotel di Mataram. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pemerintah mempersiapkan aturan vaksin penguat atau booster sebagai syarat bagi para pelaku perjalanan. Kebijakan ini bakal diterapkan jika kasus Covid-19 terus menanjak. Paling tidak, syarat ini akan diberlakukan dua pekan mendatang. Syarat booster ini juga sebagai syarat masuk ke ruang publik.

Namun penerapan kebijakan ini dikhawatirkan dampaknya bisa mengurangi kunjungan wisatawan. “Pasti itu berdampak pada pariwisata juga,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H Nizar Denni Cahyadi di Mataram, kemarin (6/7).

Namun karena menjadi kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah dipastikan akan mendukung. “Kita akan bantu nanti sosialisasikan ke masyarakat. Tentunya agar masyarakat juga faham apa yang dilakukan pemerintah memang harus,” katanya.

Kehawatiran karena masih banyak warga masyarakat yang belum melaksanakan vaksin dosis kedua. Terlebih lagi dosis ketiga atau booster. “Masyarakat juga belum terbiasa dengan sosialisasi ini. Perlu waktu memang untuk mensosialisasikan aturan ini bahwa harus booster. Mungkin vaksin pertama dan kedua sudah. Tapi yang booster belum,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mataram Mulai Aktivasi Aplikasi KTP Digital

Namun harus diakui juga, kunjungan wisatawan ke Pulau Lombo dan juga Mataram saat ini cukup menggeliat. Terlebih di bulan Juli ini sudah memasuki musim libur dengan kunjungan wisatawan yang tinggi (high season). Daerah pun harus dilematis dengan kondisi tersebut.

“Iya bisa dibilang dilematis. Kita lagi bangkit kan dan ada aturan seperti ini. Pasti itu dampaknya besar ke pariwisata. Tapi mau tidak mau harus kita laksanakan karena ini perintah dari pusat. Jadi harus kita laksanakan di daerah,” terangnya.

Selain itu, karena ada vaksin booster yang jadin persyaratan. Hotel dan lainnya nanti haru kembali menggunakan aplikasi peduli lindungi. “Kalau peduli lindungi sampai sekarang tetap aktif dan dipakai,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pansel Uji Orisinalitas Makalah Peserta Lelang Jabatan

Sementara untuk okuvansi hotel di Kota Mataram. Denni mengatakan, keterisian kamar hotel di Mataram cukup tinggi. Untuk bulan sebelumnya, okuvansi hotel di Mataram di atas 50 persen. Untuk bulan ini diprediksi masih tinggi juga. Karena banyak kegiatan skala nasional yang dilaksanakan di Kota Mataram. “Kemarin saya cek di hotel berbintang itu banyak yang penuh. Mungkin untuk bulan ini bisa 70 persen,” jelasnya.

Rencana pemerintah yang mensyaratkan booster sebagai syarat perjalanan disikapi beragam oleh masyarakat. Namun sebagai persiapan jika aturan tersebut diberlakukan. Warga pun harus bersedia untuk menerima vaksin penguat. “Siapa tahu nanti pergi ke luar daerah tapi belum booster. Makanya harus booster dulu,” ungkap Andi, warga Kota Mataram. (gal)