Booking Kamar Hotel Gili Kurang dari 30 Persen

Ainal Yakin (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Dari 789 kamar hotel di Gili Trawangan, Meno dan Air yang tersedia saat ini, yang sudah ter-booking atau dipesan sebanyak 229 kamar untuk gelaran MotoGP Maret 2022, artinya baru sekitar 29 persenan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU) Ainal Yakin mengatakan, masih rendahnya kamar yang di-booking dipengaruhi oleh rendahnya kunjungan wisatawan di Bali, mengingat wisatawan yang ke Gili kebanyakan dari Bali menggunakan kapal cepat.

Dikatakan, total kamar yang ada di Gili dari seluruh hotel dan penginapan lainnya mencapai 3 ribuan. Namun hotel atau penginapan yang beroperasi terbatas, sehingga yang ready hanya 789 kamar.

Menurut Ainal, tidak banyak hotel di Gili yang siap beroperasi lantaran besarnya biaya untuk kembali membuka usaha yang sempat tutup akibat covid-19 itu. Maklum sudah lama tidak beroperasi, banyak peralatan rusak, seperti elektronik bangunan dan lainnya, sehingga butuh dana untuk perbaikan.

BACA JUGA :  Bayan dan Kayangan Dilanda Kemarau Lebih Awal

Berkaca dari pengalaman WSBK November 2021 lalu, jumlah booking hotel begitu minim, dan faktanya banyak yang hanya booking atau memesan, tetapi tidak check in. Hal ini berimbas pada meruginya hotel. “Para owner merugi ketika WSBK, banyak yang booking tapi tidak sesuai dengan tamu yang check in, sehingga para owner jadi banyak pertimbangan membuka operasional karena butuh biaya besar,” ungkapnya.

Ainal mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh pelaku usaha hotel untuk menerapkan booking fee. Hal ini sebagai antisipasi agar pelaku usaha tidak lagi merugi. Sistem booking fee ini dinilai bisa memberikan jaminan antara pemesan dengan pemilik hotel. “Kami telah membantu agar menerapkan sistem booking fee supaya terikat,” terangnya.

BACA JUGA :  Danny Belum Mau Bicara Pilkada 2024

Soal estimasi kunjungan ke KLU saat MotoGP, diasumsikan sekitar 6 ribu lebih. Hanya saja, ia belum berani memastikan jumlah riil wisatawan yang berkunjung. “Kita sudah komunikasi dengan Pemprov dan ITDC mengenai kuota kunjungan tapi belum ada gambaran riil,” terangnya.

Sementara terkait penyelenggaraan event untuk menarik wisatawan diakui memang masih minim. Tahun ini hanya menyelenggarakan atraksi gendang beleq. “Kita hanya gelar atraksi gendang beleq,” katanya. (flo)