Bonus Atlet Menanti, Medali Emas Rp 300 Juta

H Zulkieflimansyah (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemprov NTB telah menyiapkan bonus bagi para atlet yang telah berprestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Bahkan untuk peraih medali emas dipastikan mendapat bonus sebesar Rp 300 juta per satu medali. “Insyaallah sudah kita siapkan,” ujar Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Rabu (13/10).

Zulkiefli juga menegaskan, setiap masing peraih medali emas akan diberikan sesuai dengan perolehan mendalinya. Misalnya atlet atletik Lalu Muhammad Zohri yang telah mengumpulkan dua medali emas, tentu bonus yang akan didapatkan sebesar Rp 600 juta. Tapi ketika menambah satu mendali emas lagi, maka akan ditambah Rp 300 juta lagi. “Ya doakan saja. Kan satu mendali mas bonusnya Rp 300 juta,” tegasnya.

Di samping itu, katanya, pemberian bonus tidak hanya bagi peraih medali saja. Tetapi pemprov juga juga tengah mempersiapkan rencana untuk semua atlet. Baik yang berhasil meraih medali maupun yang tidak mendapatkan medali. Begitu juga bagi para pelatih yang ikut berjuang mendamping para altet akan diberikan bonus. Hal ini dilakukan supaya tidak ada yang kecewa setelah pulang. “Yang belum menang juga kita berikan apresiasi supaya mereka tidak kecewa saat pulang nanti. Tentu besarannya berbeda sama peraih mendali. Tapi ini belum diputuskan,” ujar Zulkiefli yang baru saja pulang dari Papua dalam rangka menyemangati para atlet.

BACA JUGA :  Ditabrak Saat Lomba, Aldiaz Gagal Sumbang Medali

Hingga sekarang, perolehan medali emas untuk NTB di PON Papu sudah mencapai 14 keping emas. Sementara atlet yang akan berlaga masih tersiss tujuh. Mereka semua diharapkan bisa mempersembahkan hasil terbaik dengan mendapatkan medali. ‘’Bu Wagub juga sekarang sudah ada di sana (Papua) menyemangati atlet-atlet kita. Ya mudah-mudahan tambah semangatlah karena kalau kita datang ada kegairahan baru di kalangan atlet-atlet,” katanya.

Disinggung soal kemungkinan kebijakan pemerintah pusat menjadikan NTB sebagai tuan rumah dalam penyelenggaran PON ke depan, Zulkiefli mengaku tentu akan siap. Terlebih sebagai tuan rumah akan diberikan fasilitas pendukung dari pemerintah pusat. Sama halnya seperti di Papua, tambahan fasilitas cukup bagus. “Kita sudah ditawarin sama Pak Menpora. NTB harus ikut bidding supaya 2028 bersama NTT jadi tuan rumah PON,” ucanya.

BACA JUGA :  100 Peserta HK Endurance Challenge dari 18 Negara

Karena tahun 2024 sebagai tuan rumah penyelenggaran PON sudah ditetapkan akan diselenggarakan di Provinsi Acah dan Sumatra Utara (Sumut). “Jadi nanti setengahnya diselenggarakan di Aceh dan setengahnya di Sumut. Dan kita juga nanti jika terpilih jadi tuan rumah setengahnya di NTB dan setengahnya di NTT,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Gubernur akan berupaya supaya NTB bisa menjadi tuan rumah bersama NTT pada penyelenggaran PON 2028 mendang dengan mengikuti bidding. Karena dalam proses bidang juga tentu persiangannya kuat dengan Provinsi lain yang ada di Indonesia. “Ya kita akan berjuang bersama NTT,” janjinya. (sal)