Bongkar Muat Semen Jadi Prioritas Kedua

Bongkar Muat Semen Jadi Prioritas Kedua
PASOKAN SEMEN : Sejumlah kapal pengangkut semen melakukan proses bongkar muat di Pelabuhan Pelindo III, Lembar, Lombok Barat. (IST/ RADAR LOMBOK)

Untuk Memperlancar Pasokan Semen ke NTB

MATARAM – Kelangkaan semen untuk berbagai merk semakin parah dialami NTB. Pembangunan berbagai infrastruktur terhambat dan merugikan, baik itu pengusaha maupun masyarakat. Tim Satgas Pangan NTB serius turun tangan untuk memastikan pasokan dan distribusi semen ke NTB bisa normal kembali.

Sejumlah solusi untuk memperlancar pasokan stok dan distribusi ke konsumen mulai diurai. Salah satunya adalah, menjadikan semen sebagai prioritas ke dua untuk kapalnya bersandar bongkar muat di Pelabuhan Lembar setelah angkutan kapal penumpang orang.

Tim Satgas Pangan yang beraggotakan Polda NTB, Dinas Perdagangan NTB dan kabupaten/kota bersama pihak terkait lainnya, Kamis kemarin (19/9) mendatangi Pelabuhan Lembar dan Pelindo III untuk mengurai persoalan semen yang semakin hari bertambah langka dan harga jual pun melonjak tinggi.

“Akan ada optimalisasi penjadwalan penggunaan pelabuhan Lembar, dengan cara mengatur jam masuk kapal penumpang, agar masuk setelah pukul 18.00 Wita. Sehingga, pelabuhan bisa digunakan untuk bongkar muat semen,” kata Kepala Disdag NTB Hj Putu Selly Andayani.

Sejak terjadinya kelangkaan semen, sejumlah pihak turut beramai-ramai mencari solusi jitu. Mengingat kelangkaan bahan bangunan ini membuat sejumlah proyek pembangunan tertuda, baik itu Rumah Tahan Gempa (RTG) maupun perumahan KPR. Begitu juga untuk pembangunan proyek pemerintah, baik, itu gedung, perkantoran, bendungan dan lainnya.

“Pengecekan ini dilakukan Tim Satgas Pangan dan Polda NTB khusus distribusi semen,” ujar Selly.

Selly membeberkan, dari pengecekan bongkar muat, tercatat KMP Grensip mengangkut 1.600 ton semen merk Gresik. Pada, Rabu (18/9), ada 800 ton semen yang berhasil dibongkar dan sisanya akan selesai pada Kamis kemarin  (19/9). Semen yang baru bongkar muat itu, langsung diangkut ke gudang distributor Semen Gresik yang ada di Bengkel, Lobar.

Selain KMP Grensip, ada juga KMP Lintas Damai 3 yang mengangkut sebanyak 3.500 ton semen merk Bosowa dan sebelumnya, sekitar 800 ton berhasil di bongkar. Karena ada kapal penumpang yang bersandar, rencananya sebanyak 2.700 ton semen akan kembali dibongkar dua hari mendatang.

“Diperkirakan dua hari lagi semen akan di angkut langsung menuju gudang distributor semen Bosowa di Bengkel, Lobar,” terangnya

Selain itu, semen merk Tonasa juga dua hari yang lalu, rencananya akan melakukan proses bongkar muat. Hanya saja bongkar muat terpaksa tertunda, lantaran, adanya bongkar muat kapal penumpang.

“Posisi semen merek Tonasa masih ada di parkiran,” ujarnya.

Sementara itu, untuk semen merk Tiga Roda, tercatat tidak ada proses bongkar muat. Yang adanya hanya proses keluar dari penampungan semen curah dan distribusi lancar.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Mataram, H Mahmuddin Tura mengatakan pemerintah tengah mencari solusi untuk menangani kelangkaan semen.

“Ada empat solusi untuk pemecahan masalah kelangkaan semen ini,” katanya.

Mahmuddin menjabarkan empat solusi itu antara lain, peningkatan pasokan semen ke Lembar, khususnya dalam bentuk bag (kemasan) oleh para produsen semen. Kemudian ada, peningkatan sementara prioritas semen. Dari yang sebelumnya semen menduduki prioritas ke empat, kini posisinya menjadi nomor dua setelah penumpang untuk proses bongkar muat.

Solusi lainya, lanjut Mahmuddin, ada optimalisasi penjadwalan penggunaan pelabuhan Lembar, yakni dengan cara mengatur jam masuk kapal penumpang agar masuk setelah pukul 18.00 Wita. Sehingga, pelabuhan bisa digunakan untuk pembongkaran semen. Tak hanya itu, nantinya akan ada solusi penambahan jam kerja bongkar muat, di atas pukul 18.00 Wita dilakukan Pelindo dan asosiasi bongkar muat.

Dalam waktu dua hari kedepan akan dilakukan pengiriman semen merk Tiga Roda, sejumlah 7.500 ton. Rencananya pengiriman ini akan dilakukan setiap Mingu untuk mengisi pasar. Hal ini juga akan diikuti oleh produsen semen, seperti merk Gresik, Conch dan Tonasa.

“Kedepan, semen sudah bisa di atasi dan dapat didistribusikan ke masyarakat,” katanya. (dev)