Bocah Terseret Arus Sungai Jangkuk Ditemukan Meninggal

Bocah Terseret Arus Sungai Jangkuk
MELAYAT: Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh saat melayat ke rumah Hasan Wira Yuda, bocah 7 tahun yang ditemukan meninggal dunia karena terseret arus Sungai Jangkuk, Rabu kemarin (8/1).( ALI/RADAR LOMBOK)
Advertisement

MATARAM—Setelah menghilang terseret arus Sungai Jangkuk, sejak tiga hari lalu, atau Senin (6/1), akhirnya Hasan Wira Yuda, bocah 7 tahun asal Karang Mas-Mas, Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, ditemukan warga telah meninggal dunia.

Korban ditemukan meninggal setelah dilakukan pencarian selama tiga hari dua malam oleh tim gabungan. Ia ditemukan pertama kali oleh warga di wilayah Kebon Jaya Barat. Warga lantas menghubungi petugas tentang penemuan itu. “Ditemukan tadi pagi (kemarin), sekitar pukul 07.30 Wita oleh warga. Sudah ditemukan dalam keadaan meninggal, dan jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Karang Mas-Mas,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfudin Noor di Mataram, Rabu kemarin (8/1).

Penemuan jenazah Hasan tak ayal menggegerkan warga. Karena sejak Senin sudah menjadi perbincangan warga Mataram. Terlebih pencarian juga terus dilakukan oleh tim gabungan, yang terdiri dari TNI/Polri, SAR, BPBD hingga melibatkan komunitas rafting. Dua hari melakukan pencarian sampai malam hari, namun Hasan tak kunjung ditemukan. “Kita berupaya terus mencari, dan semua pihak ikut terlibat,” kata Mahfudin.

Setelah jenazah Hasan ditemukan, Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, juga langsung mendatangi rumah duka di Lingkungan Karang Mas-Mas. Di rumah duka penuh sesak oleh warga yang ingin menyaksikan jenazah Hasan yang ditemukan.

Kedatangan Wali Kota disambut oleh perwakilan keluarga. Ahyar diberi kesempatan duduk di depan jenazah Hasan yang masih terbungkus kantong mayat milik Basarnas. Duduk di samping wali kota adalah Hasanudin, ayah dari Hasan. Ahyar terlihat berdoa untuk Hasan. “Saya turut berduka atas musibah yang menimpa warga kita yang hanyut hari sejak hari Senin. Sekarang sudah ditemukan. Saya dan rombongan Pemkot Mataram langsung melayat kesini. Sekaligus juga untuk memberikan sedikit bantuan dan santunan kepada keluarga yang terkena musibah,” ungkapnya.

Wali Kota di kesempatan itu juga meminta warga untuk berhati-hati. Utamanya kepada anak-anak saat keluar rumah. Tujuan perginya juga harus jelas, dan tetap dalam pengawasan keluarga. “Kita minta diawasi dengan baik, supaya musibah seperti ini tidak terulang. Tentu kejadian ini kita sayangkan. Jadi harus hati-hati lagi saat keluar rumah,” terangnya.

Sedangkan Camat Cakranegara, M Erwan mengatakan, jenazah Hasan ditemukan oleh warga Jaya Barat. Saat ditemukan kondisinya sudah mengapung di sungai. “Artinya sudah nampak di permukaan air, kemudian dievakuasi oleh warga. Tadi kurang lebih sekitar pukul 07.30 Wita. Pencarian masuk tiga hari, dan Rabu pagi ditemukan mengapung,” jelasnya.

Dengan telah ditemukannya jenazah Hasan, pihak keluarga sontak shok dan bersedih. Tangisan kesedihan seakan tidak terhenti terdengar di rumah duka. Apalagi Mardiana, ibu dari Hasan, matanya masih sembab karena menangis, tiga hari menunggu kabar pencarian Hasan. Dan kini anaknya sudah ditemukan, meskipun sudah meninggal dunia. Memang berat, namun dia mencoba mengikhlaskan. “Saya sedih sekali menungu kabar. Saya masih mencoba untuk ikhlas,” katanya. (gal)