Bocah Perempuan Ditemukan Tewas di Mata Air

SELONG – Haulifaul Hidayah (4 tahun) warga Dusun Lombok Baru Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur ditemukan tewas tenggelam di mata air desa setempat Jumat (1/2).

Mayat bocah malang ini ditemukan tersangkut d lubang mata air. Kapolsek Pringgabaya AKP Totok Suharyanto membenarkan terkait kejadian yang menimpa bocah perempuan yang tewas tenggelam di mata air. Mata air tempat bocah itu tenggelam tepat berada di belakang pembangunan kolam Lian Sangkep milik warga bernama Suparjo.
” Mayat korban ditemukan sekitar pukul 17. 00 WITA. Setelah terima laporan, kita langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi mayat korban ,” jelas Totok.

Kronologisnya, ketika itu korban datang ke lokasi kejadian untuk mencari orangtuanya dan pamannya yang berjualan di tempat tersebut. Setelah bertemu dengan bapaknya Jamaluddin, korban pun disarankan pulang. ” Selanjutnya korban pergi meninggalkan orang tua dan pamannya. Berapa menit kemudian ibu korban mencari dan memanggil korban akan tetapi tidak ada jawaban,” tutur Totok.

Karena tak kunjung ditemukan, ibu korban bersama suaminya berupaya untuk mencari. Begitu juga warga sekitar juga ikut membantu. Namun korban tetap tak kunjung ditemukan. Lalu orang tua korban berinisiatif untuk lakukan pencarian ke lokasi kejadian. Di sana ditemukan sepasang sandal korban tepat di pinggir mata air tersebut. Orang tua korban bergegas memberitahukan ke pemerintah desa dan dilaporkan ke Polsek setempat. Upaya selanjutnya pihak kepolisian berkoordinasi dengan tim Basarnas melakukan pencarian di sekitar mata air tersebut ” Tak lama setelah lakukan pencarian, korban pun berhasil ditemukan di dalam mata air tersangkut di akar pohon. Mayat korban diangkat dan dibawa ke Puskesmas Labuhan Lombok untuk mendapatkan penanganan medis. Tapi kondisi korban sudah meninggal dunia,” imbuh Totok

Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda- tanda kekerasan. Pihaknya pun sempat menyarankan agar jenazah korban dibawa ke RSUD Selong guna diotopsi untuk memastikan penyebab kematiannya. Namun ditolak pihak keluarga dan mereka menerima dengan ikhlas. ” Bersama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa setempat berupaya memberikan penjelasan terkait penyebab kematian korban. Kejadian ini murni kecelakaan. Keluarga pun akhirnya menerima. Terlebih lagi diperkuat dengan hasil penyelidikan, bahwa memang benar tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya. (lie)