Bocah Enam Tahun Diserang Anjing Liar

Bocah Enam Tahun Diserang Anjing Liar
DIGIGIT ANJING: Yudista, korban gigitan anjing liar yang sedang alami pengobatan di RSUD Selong. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Malang menimpa Yudista, bocah 6 tahun asal Desa Selebung Ketangga Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur ini menjadi korban kegaganasan anjing gila. Tragisnya lagi, anjing gila ini diduga mengidap penyakit rabies. Korban sendiri mengalami gigitan di sekujur tubuhnya.

Ibu Yudista mengaku rumahnya berdekatan dengan area persawahan. Sekitar pukul 15.30 Wita, Selasa (14/5), anaknya pergi menangkap ikan bersama tiga orang temannya. Setelah pulang ia tiba-tiba dikejar anjing yang berkeliaran di sawah. “Melihat ada anjing tiga orang temannya ini berlari kemudian berhenti sambil berpelukan dan berteriak, sehingga tidak mendapat gigitan, sementara anaknya terus berlari sehingga dikejar anjing ini,” tuturnya kepada Radar Lombok saat ditemui di RSUD Selong, Rabu (15/5).

BACA JUGA: Mahasiswi, Pelaku Pembuang Mayat Bayi di Tempat Sampah

Ibu Yudista mengaku, ada tujuh ekor anjir liar yang mengejar anaknya. Tetapi ada tiga ekor yang menyerang hingga mendapat menggigit sebanyak itu. Sehingga anaknya mengalami luka yang serius dan dalam akibat gigitan anjing. “Luka yang paling serius di lehernya, karena di sana terdapat luka yang berlubang. Selain itu ada juga gigitan di bagian pahanya,’’ katanya.

Seteleh selesai menggigit, kemudian tiga orang temannya melaporkan kejadian ke warga setempat dan kemudian membawanya ke Puskesmas Keruak untuk diberikan pertolongan. Hanya saja, dengan kondisi luka yang parah dan terkendala obat-obatan, anaknya kemudian dirujuk ke RSUD Selong untuk operasi. “Alamdulillah, sudah diberikan pertolongan dan semua bagian-bagian yang terluka sudah dibersihkan oleh dokter,” katanya.

Kepala Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Lombok Timur, dr H Heru Rachmawadi mengatakan, rabies ini memang merupakan penyakit berbahaya yang penularannya selalu melalui gigitan. Bahkan penularan ini bisa dengan cara terkena air liur anjing yang sudah terjangkit. Sehingga Dinas Kesehatan Lombok Timur sudah mengantisipasi untuk mencegah adanya penyakit rabies yang mematikan. “Dengan adanya kasus yang mengigit anak di Desa Selebung Ketangga ini, tadi pagi saya sudah minta teman-untuk melihat secara langsung dan melakukan invetigasi guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

BACA JUGA: Pasangan Muda-Mudi Digerebek Usai Nyabu

Ia mengatakan, kasus gigitan anjing dengan kasus yang sama sudah terjadi pada beberapa bulan yang lalu di wilayah Desa Pijot Kecamatan Keruak. Di mana korban waktu itu diserang beberapa anjing yang menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala. “Karena ini terjadi lagi, tentunya kita akan melakukan eliminasi dan mengambil sampel untuk kemudian di cek di laboratorium, positif atau negatif rabies,” jelasnya.

Dijelaskannya, anjing menggigit disebabkan beberapa faktor di antaraya ada yang dipropokasi dan ada pula yang anjing yang sedang melahirkan. Sehingga perlu dilakukan invetigasi untuk mengetahui seperti apa dan dari mana datangnya anjing yang menggigit ini. Tapi yang jelas, langkah awal kita harus dirawat di rumah sakit dulu agar tidak mengalami infeksi.

Heru mengatakan, guna mengetahui apakah penyakit rabies ini sudah masuk ke Lombok Timur. Maka setiap binatang yang masuk dari luar harus dicek. Darahnya harus diambil sampel dan diuji di laboratorium, apakah binatang itu mengidap penyakit rabies atau tidak. “Jadi bukan hanya mengambil sampel itu saja, tetapi anjing yang menggigit itu harus kita temukan untuk kita eliminasi,” jelasnya.

Saat ini, katanya, hampir di semua wilayah Lombok Timur sudah dilakukan elimanasi terhadap anjing liar. Bahkan pada Januari kemarin, puluhan anjing dilakukan eliminasi untuk sebagai respons terhadap penyakit rabies yang mematikan ini. “Dari jumlah masyarakat yang digigit ini, belum ada satupun masyarakat yang dinyatakan positif terjangkit rabies. Kalau satu saja yang terkena, berarki kita sudah terkena,” ujarnya.

BACA JUGA: Miskiah Tewas Digorok Anak-anaknya

Meski sejauh ini belum ada masyarakat yang positif, bukan berarti masyarakat harus terlena dan tidak mengantisipasi adanya penyakit rabies. Apalagi di kabupaten lain saat ini sudah terjangkit, sehingga masyarakat harus waspada. ‘’Saya berharap pemerintah desa mulai dari kepala wilayah hingga kecamatan harus segara memberikan informasi kalau ada masyarakat yang digigit segera melapor,” pintanya.

Selain itu, sambungnya, mengingat Lombok Timur yang merupakan wilayah yang populasi anjing liar sangar banyak, ditambah lagi banyak masyarakat yang bertempat tinggal di pinggir pantai. Potensi masuknya penyakit ini ada. Sehingga ia berharap agar masyarakat segera melakukan komunikasi bila ada masyarakat atau hewan peliharaan yang menjadi korban. “Karena untuk mengetahui apakah hasil gigitan apakah rabies tentunya dari kita, makanya sekarang eliminasi terus kita lakukan,” tandasnya. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid