Bobol Kamar Kos di Kekalik dan Jempong dengan Kunci Palsu

INTEROGASI: Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa menginterogasi pelaku I di Polresta Mataram, kemarin (21/11) DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Pencurian dengan menggunakan kunci palsu menjadi modus baru di Kota Mataram. Salah satu kamar kos di seputaran Jalan Swakarya III, Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, menjadi sasaran. Pencurian tersebut dilakukan seorang pria berinisial I (31) warga Kota Mataram.

Dalam beraksi, pelaku seorang diri. Aksinya dilakukan sekitar pukul 14.00 WITA di saat situasi lagi sepi. Laptop beserta uang korban pun berhasil diembat. Korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,8 juta. Kejadian pada Rabu (17/11) itu kemudian dilaporkan ke Polresta Mataram.

Selanjutnya polisi bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya identitas pelaku berhasil diungkap. “Yang bersangkutan kemudian berhasil kita amankan di rumahnya seputar Mataram, kemarin,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Senin (22/11).

BACA JUGA :  Sabu Hasil Sitaan Dimusnahkan

Untuk barang hasil curian kata Kadek Adi sudah dijual ke salah satu toko barang elektronik di daerah Jempong, Kota Mataram. Uang hasil penjualan digunakan untuk judi online.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku ini bukan kali ini saja beraksi, sebelumnya juga pernah melakukan pencurian di daerah Jempong. “Kami masih melakukan pengembangan. Pelaku kami duga melakukan pencurian di banyak TKP dengan modus yang sama,” ujar Kadek Adi.

BACA JUGA :  DPO Curas Ditangkap Polisi

Saat ini pelaku ditahan di Polresta Mataram dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan  Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Sementara terhadap orang, tempat pelaku menjual barang hasil curian tersebut, Kadek Adi mengaku masih memeriksanya sebagai saksi. Jika ada bukti kuat dia sebagai penadah maka akan diproses hukum. “Saat ini masih sebagai saksi. Dia mengaku tidak mengetahui barang itu hasil curian. Dia belinya juga tidak murah,”  tuturnya. (der)