BNI Syariah Dukung Pengembangan Wisata Halal NTB

BNI Syariah Dukung Pengembangan Wisata Halal NTB
BNI SYARIAH: Sekda NTB, H. Rosyadi Sayuti, Dirut BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, dan Ketua LPPOM MUI, Hj. Rauhun, foto bersama usai pembukaan Business Gathering Halal Tourism yang digelar BNI Syariah, Rabu kemarin (2/8). (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

GIRIMENANG—BNI Syariah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, dalam hal ini Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Rabu kemarin (2/8), bertempat di Aruna Senggigi Resort & Convention, menggelar “Business Gathering Halal Tourism”, sebagai upaya ikut mengembangkan wisata halal di Provinsi NTB, khususnya di Pulau Lombok.

Hadir dalam kegiatan tersebut, selain Sekretaris Daerah NTB, H. Rosyadi Sayuti, dan Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, juga ada Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. H. Syaiful Muslim, Ketua LPPOM MUI, Hj. Rauhun, Anggota Tim Percepatan 10 Destinasi Kemenpar, Taufan Rahmadi, Ketua BPPD NTB, H. Afan Ahmad, Ketua PHRI NTB, HL Abdul Hadi Faishal, serta ratusan peserta yang berasal dari para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di sektor pariwisata di NTB.

Menurut Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, berdasarkan data Mastercard-Crescent Rating, yang disadur dari data Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2017, Indonesia masuk dalam peringkat ketiga, sebagai negara tujuan wisata muslim. “Selain itu, data ASITA juga menyebutkan, bahwa potensi jumlah wisatawan halal tourism ada sebanyak 15 juta wisatawan, dengan jumlah transaksi mencapai Rp 223 triliun,” katanya.

Artinya lanjut Firman, Indonesia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, memberikan potensi yang cukup besar terhadap perkembangan wisata halal. Demikian pula kekayaan alam, budaya serta kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia, bisa menjadi modal untuk menarik wisatawan Muslim, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi wisata halal ini adalah Provinsi NTB. Bahkan dalam ajang World’s Best Halal Tourism Award 2016, NTB berhasil memenangkan tiga penghargaan sekaligus, yaitu World’s Best Halal Honeymoon Destination, World’s Best Halal Beach Resort, dan World’s Best Halal Travel Website.

Akibatnya, saat ini NTB, khususnya Pulau Lombok telah menjelma sebagai daerah tujuan wisata halal dunia. “Dalam kurun waktu 2015-2016, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lombok meningkat hampir 50 persen, dari 1 juta wisatawan menjadi 1,5 juta wisatawan. Dimana 40 persen diantaranya adalah wisatawan muslim,” ujar Firman.

Melihat potensi ini sambung Firman, diperlukan sinergi antara Pemda, pelaku industri pariwisata, dan lembaga keuangan, untuk memaksimalkan pengembangan sektor pariwisata halal. Terkait ini, BNI Syariah juga turut berperan melaksanakan program wisata halal, dengan tema “Hasanah Tourism”.

Program Hasanah Tourism ini sejalan dengan tujuan BNI Syariah, untuk menjadi mitra hasanah (Hasanah Banking Partner) dalam memenuhi kebutuhan setiap masyarakat, termasuk dalam hal berwisata dengan fasilitas yang serba halal.

“Alhamdulillah, kedepan BNI Syariah dan Pemprov NTB akan menjalin kerjasama untuk mengadakan program wisata halal Hasanah Tourism Lombok. Program ini diharapkan dapat memberikan konstribusi positif bagi pengembangan industri perhotelan, restaurant halal, UMKM NTB, sekaligus meningkatkan akses permodalan bagi industri setempat,” beber Firman.

“Selain itu, juga dapat mempermudah akses masyarakat dalam menikmati wisata halal, melalui kartu pembiayaan iB Hasanah Card yang dapat dijadikan sebagai kartu traveling. Sehingga dapat mengembangkan perekonomian masyarakat, yang pada akhirnya akan memberikan konstribusi optimal, serta akselerasi perekonomian daerah setempat,” harap Firman.

Sementara Sekda NTB, H. Rosyadi Sayuti, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa mengembangkan kepariwisataan itu tidak dapat dilakukan sendirian oleh pemerintah. Namun seluruh stakeholder, termasuk masyarakat juga harus terlibat secara aktif.

“Selain itu, pengembangan pariwisata itu tidak bisa dipisahkan dengan promosi, dan promosi juga tidak lepas dari branding daerah itu sendiri. Dalam hal ini, Provinsi NTB telah dengan berani mengambil branding sebagai wisata halal. Karena inilah yang memang sesuai dengan karakter masyarakat NTB yang mayoritas beragama Islam,” ucap Rosyadi.

Dengan memilih branding wisata halal lanjut Rosyadi, maka branding ini harus gencar dipromosikan, baik di dalam daerah untuk difahami oleh masyarakat NTB sendiri, sehingga bisa menjadi tuan rumah yang baik, maupun keluar daerah, bahkan keluar negeri untuk menarik minat para wisatawan berkunjung ke NTB.

“Termasuk kerjasama yang dilakukan dengan pihak BNI Syariah kali ini, diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat dalam berwisata. Sehingga percepatan ekonomi daerah, khususnya di sektor wisata halal NTB dapat terus ditingkatkan, serta memberikan konstribusi positif bagi pengembangan ekonomi daerah,” harap Rosyadi. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid