Blangko KTP Tak Kunjung Direalisasikan Pusat

PELAYANAN: Meski pencetakan KTP belum bisa dilakukan, namun permohonan pengajuan pembuatan KTP di Dukcapil Lotim tetap saja ramai (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur (Lotim) tak kunjung mendapatkan jatah blangko KTP dari pemerintah pusat. Padahal, Dukcapil sendiri sudah berulang kali dijanjikan.

Awalnya dijanjikan bulan November dan Desember 2016 lalu. Namun blangko yang dijanjikan pada bulan tersebut nyatanya kembali molor, dengan alasan gagal tender. Terakhir pusat kembali menjanjikan Januari 2017 ini. Namun kepastian kapan akan diberikan, juga tidak disebutkan dengan pasti.

Bahkan hingga memasuki pertengahan bulan Januari, juga masih belum ada kepastian kapan blangko akan didatangkan. Karenanya, Dukcapil Lotim terus menuntut jatah blangko, seperti yang pernah mereka janjikan.

“Kita dijanjikan November, tapi molor. Kembali dijanjikan bulan Desember, kembali lolos. Dan kini Januari, tapi sampai sekarang belum ada kepastian juga,” kesal Sekdis Dukcapil Lotim, Azis, Selasa kemarin (17/1).

Kekosongan blangko di Dukcapil telah berlangsung cukup lama. Meski demikian, proses perekaman data tetap berjalan. Mereka pun  kini hanya bisa menunggu kepastian, kapan jatah blangko yang dijanjikan pusat itu akan direalisasikan. “Seperti apa keputusan dari Kementerian Keuangan dan Menteri Kependudukan, kita tidak tahu. Kita hanya menunggu saja,” pasrahnya.

[postingan number=3 tag=”ktp”]

Disisi lain, masyarakat yang tidak mengetahukondisi yang terjadi hanya bisa menyalahkan, dan menuntut Dukcapil untuk bekerja cepat. Bahkan mayarakat yang tidak sabar karena merasa terus dijanjikan, geram dengan Dukcapil Lotim.

Namun mereka tetap berupaya untuk memberikan pemahaman ke masyarakat, bahwa persoalan ini bukan kesalahan Dukcapil semata, melainkan karena kelalaian yang dilakukan oleh pemerintah pusat. “Kita tetap terus menanyakan ke pusat,” lanjutnya.

Menurut pusat lanjutnya, bulan ini akan dicetak sebanyak 8 juta blangko KTP. Jumlah itu akan dibagikan untuk semua kabupaten/kota yang ada di seluruh Indonesia. Namun untuk jatah dari 8 juta blangko yang dicetak Januari, tergantung dari laporan yang disampaikan. “Kalau jatah kita, masih jauh dari yang diberikan oleh pusat,” lanjutnya.

Bulan Nopember 2016 lalu sampai sekarang, jumlah KTP yang dicetak Dukcapil mencapai 100 ribu, atau sekitar 67 persen. Sementara tuntutan pemerintah sendiri, untuk Lotim di pertengahan  2017 ini ditargetkan pencetakan KTP diharuskan mencapai 80 persen dari total jumlah penduduk Lotim yang sebanyak 1,2 juta lebih.

“Untuk pertengahan bulan 2017, target 80 persen Insha Allah bisa terpenuhi. Karena sekarang sudah mencapai 67 persen, dari target 80 persen,” beber Azis.

Saat ini, sejak kekosongan blangko dan tidak ada dilakukan pencetakan KTP, maka jumlah masyarakat yang menunggu KTP-nya dicetak mencapai kurang lebih 118 ribu.  “Jumlah itu termasuk yang belum kita kirim datanya. Dan ada yang sudah melakukan perekaman sekitar 97 ribuan. Sementara yang menunggu dari bulan Nopember sampai sekarang yang siap dicetak sekitar 20 ribu,” sebut dia.

Melihat jumlah yang cukup banyak tersebut, nantinya ketika mendapat jatah blangko, mereka terpaksa harus kerja lembur siang dan malam. Namun semua itu tergantung dari jumlah blangko yang dijatahkan pusat, karena untuk jatah awal tahun ini Dukcapil sendiri telah mengajukam jatah sebanyak 17 ribu blangko.

“Mudahan kita bisa dapat jatah lebih dari yang kita usulkan, bisa mencapai 20 ribu blangko. Karena meskipun 20 ribu diberikan, tetap masih jauh kalau melihat jumlah hasil perekaman yang cukup banyak,” terang dia. (lie)