BKKBN Turun Menilai Program KKBPK Lotim

PENILAIAN: Tim dari BKKBN NTB saat turun melakukan penilaian pelaksanaan program KKBPK di Lotim yang ada di beberapa desa dan kelurahan, Sabtu (15/4) (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Tim dari BKKBN NTB turun melakukan penilaian program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Lombok Timur (Lotim). Penilaian ini bagian untuk melakukan evaluasi terkait sejumlah kegiatan yang dilaksanakan dalam program tersebut.

Dalam penilaian itu, sebanyak 50 orang juri dari BKKBN Provinsi yang turun ke Lotim, Sabtu lalu (15/4 ). Mereka dipimpin langsung Kepala BKKBN Provinsi NTB, Lalu Makrifuddin. Penilaian itu sendiri menyangkut 15 aspek kegiatan program KKBPK yang tersebar dibeberapa kecamatan dan desa.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Penilaian meliputi peserta KB lestari, usia 10 hingga 20  tahun, Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di Sakra Timur, Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) dan UPPKS di Desa Aikdewa, Pringasela, Kelompok Lansia di Desa Sepit, Keruak, Puskesmas MKJP Desa Rensing, dan beberapa kegiatan lainya yang ada di beberapa kecamatan.

“Tujuan Lomba bukan hanya untuk mencari juara. Tapi semata untuk memastikan semua program dan kegiatan KKBPK dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Makrifuddin.

Hal utama  yang ingin dipastikan, mengangkut pelayanan KB untuk semua pasangan usia subur. Karena Lotim sendiri katanya merupakan kabupaten penjaga utama terlaksananya kinerja program KB secara umum di NTB. Ini disebabkan karena jumlah sasaran KB di Lotim hampir mencapai 300 ribu, atau sekitar 26 persen dari keseluruhan sasaran KB di wilayah NTB ini. “Saat ini sekitar 204 ribu PUS di Lotim sudah ber KB. Sekarang tinggal mempertahankannya, dengan  berbagai kegiatan yang akan kita nilai,” sebut dia.

Dalam program ini, diakui Lotim selalu mendapatkan prestasi. Baik itu prestasi ditingkat provinsi maupun nasional. Bahkan di tahun 2016 lalu, Lotim berhasil lolos ke tingkat nasional untuk PIKR yang ada di Desa Tumbuh Mulia, dan PPKS UPTD yang ada di Kecamatan Wanasaba.

“Di pidato kependudukan, tingkat Mahasiswa dan Remaja Lotim berhasil menjadi juara dua. Begitu juga dengan motivator KB pria di Wanasaba, Lotim juga pernah lolos ke tingkat nasional,” terangnya.

Sementara Kadis P3KB Lotim, H. Suroto mengaku, kapan pun dilakukan penilaian, mereka tetap selalu siap. Sebab, segala aspek yang dinilai dalam program KKBPI ini semuanya telah berjalan dengan baik. Ini semua tak lepas dari dukungan semua pihak. Baik itu dari desa maupun lurah.

“Alhamdulillah, program KKBPK telah mendapat dukungan yang luar biasa. Mulai dari desa, Lurah, Penggerak Kader dan PKK, sampai kita memberikan anggaran untuk kader yang aktif di desa,” akunya.

Jika program KB ini terlaksana dengan sukses, dan terus mendapatkan perhatian dari semua pihak. Maka prioritas selanjutnya bukan hanya fokus di  penggunaan alat KB semata, melainkan juga terkait dengan pendewasaan usia kawin.

“Secara bertahap kami akan memberikan andil pada percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat kita. Kita akan terus galakkan “Ayo Ikut KB, Dua Anak Cukup”,” serunya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid