BKKBN : PKK Kota Mataram Istimewa

ROADSHOW : Kegiatan roadshow Tim Penggerak (TP) PKK NTB di Kota Mataram kemarin.

MATARAM – Dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Provinsi NTB tahun 2017, Tim Penggerak (TP) PKK NTB menggelar roadshow ke seluruh kabupaten/kota di NTB, termasuk Kota Mataram, Kamis (02/03). Mataram sebagai daerah terakhir roadshow.

Ketua TP PKK NTB diwakili oleh Wakil Ketua I TP PKK NTB Hj. Syamsiah Amin. Ikut juga dalam rombongan Kepala Kantor Wilayah BKKBN NTB Makrifuddin. Mereka diterima oleh Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh didampingi Wakil Ketua Kinnastri Mohan Roliskana di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram.

Kepala Kanwil BKKBN NTB Makrifuddin mengatakan, kunjungan ke PKK Kota Mataram berbeda dengan kabupaten/kota lain. Kota Mataram dianggap istimewa meskipun dengan berbagai keterbatasan yang ada.” TP-PKK Kota Mataram ini  istemewa dari PKK yang lainnya,” kata Makrif.

Ia melihat melalui upaya yang telah dilakukan di Kota Mataram, banyak prestassi yang telah berhasil dicapai. Diantaranya terkait IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Kota Mataram yang memiliki capaian tertinggi sampai dengan 149 persen, sedangkan Provinsi NTB sendiri baru berhasil mencatatkan capaian 98 persen dari target.

[postingan number=3 tag=”mataram”]

Meski demikian lanjut Makrifuddin, Pemerintah Kota Mataram masih harus terus berupaya mengendalikan jumlah penduduk melalui program KB atau Keluarga Berencana, karena sebanyak apapun kesejahteraan dan perekonomian tumbuh di sebuah wilayah tidak akan banyak berarti bila pertumbuhan penduduk tidak terkendali. “Kalau dibiarkan, jumlah penduduk bisa sangat tinggi,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Ketua I TP PKK NTB Hj. Syamsiah Amin mengatakan, sepanjang kegiatan roadshow di 10 kabupaten/kota se-NTB, pihaknya fokus mengajak masyarakat usia subur untuk memasang alat kontrasepsi jangka panjang dan juga melakukan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan dengan sasaran anak-anak muda.

Pendewasaan usia perkawinan dikatakannya sangat penting. Karena dari hasil penelitian membuktikan bahwa tingginya angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi dan anak, bahkan tejadinya kasus-kasus gizi buruk kerapkali diawali dari terjadinya perkawinan di usia terlalu muda.” Pendewasaan usia perkawinan harus semakin gencar disosialisasikan,” tegasnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh mengatakan, program PKK di Kota Mataram dilaksanakan atas dasar kerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta tidak terlepas pula peran dari camat dan lurah se-Kota Mataram.

Agar lebih dapat dipotimalkan, kerjasama dilaksanakan sejak tahap pembinaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi program. Sedangkan untuk program, diutamakan untuk program-program yang berdampak langsung pada masyarakat khususnya yang mendasar seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid