BKD NTB Berikan Tips agar Lulus Tes CPNS

Pelamar Hampir Tembus 30 Ribu Orang

Ilustrasi Cpns
Ilustrasi

MATARAM – Profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sangat diminati masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di NTB. Puluhan ribu orang telah mendaftarkan diri. Persaingan akan ketat. Data yang dimiliki Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, hingga saat ini jumlah pendaftar menembus angka 30 ribu orang. Jumlah tersebut hanya untuk yang melamar di Pemerintah Provinsi NTB dan 10 kabupaten/kota saja. Belum terhitung pelamar pada kementerian/lembaga.

Kepala BKD Provinsi NTB H Fathurrahman memberikan tips bagi yang ingin lulus tes. “ Saya tegaskan, seleksi CPNS ini murni. Tidak ada jalur lain untuk lulus. Kami juga di BKD hanya bisa berikan saran dan tips,” ungkapnya kepada Radar Lombok di kantornya, Selasa (9/10).

BACA JUGA: Waduh, Ribuan Pelamar CPNS tak Penuhi Syarat

Untuk bisa lulus, masyarakat yang belum mendaftar harus membaca seluruh aturan dan tata cara. Masing-masing instansi tidak sama ketentuannya. Harus dibaca dan dipahami secara utuh dan lengkap.

Semua persyaratan yang dibutuhkan harus disiapkan dengan baik. Ukuran file yang di-upload juga penting diperhatikan.”Jangan sampai melamar lebih dari satu formasi. Konsultasi dengan BKD kalau ada kendala. Untuk persiapan, ikuti saja tes simulasi CPNS. Karena kesiapan sangat penting sebelum tes tanggal 26 Oktober nanti,” kata Fathurrahman.

Untuk mempersiapkan diri, maka simulasi Computer Assisted Test (CAT) CPNS sangat penting bagi masyarakat. Apalagi penyelenggaranya adalah Badan Kepegawaian Nasional (BKN).”Untuk simulasi CAT BKN gratis, tanggal 15-16 Oktober untuk 400 pendaftar pertama di UPT BKN Mataram. Silahkan masyarakat ikut,” imbau mantan Kepala Biro Umum ini.

Berdasarkan rapat koordinasi yang telah dilakukan BKD, banyak hal yang membuat pelamar tidak memenuhi syarat. Hal itu harus menjadi perhatian semua pelamar, baik yang sudah maupun belum mendaftar.

Dipaparkan Fathurrahman, banyak pelamar yang telah dinyatakan TMS atau tidak lulus administrasi. Penyebabnya banyak. Diantaranya berkas pendaftaran kurang lengkap. “Ada yang lengkap, tapi ijazah tidak dilegalisir, kartu kuning mati,” ungkapnya.

Bukan itu saja, penyebab banyaknya TMS juga disebabkan adanya kesalahan mengisi kode lamaran, kekeliruan kode formasi, surat lamaran tanpa tandatangan. Usia pelamar juga dianggap melebihi 35 tahun. Hal yang patut dicermati, banyak masyarakat yang mendaftar lebih dari satu formasi. Ada pula melamar di dua pemerintah daerah. “ Hal-hal semacam itu sepele. Tapi bisa berakibat fatal kalau tidak teliti,” ungkapnya.

Kesalahan fatal lainnya, formasi yang dilamar tidak sesuai dengan keilmuannya. Padahal semua nomenklatur sangat jelas.”NIK pelamar tidak sesuai dengan KTP. Yang fatal itu tidak sesuai dengan kualifikasi,” sebut Fathurrahman.

Sejauh ini masyarakat yang datang ke BKD untuk konsultasi tetap ramai. Misalnya ada yang tidak bisa mendapatkan kartu ujian. Hal-hal semacam itu banyak terjadi dan penting untuk dikonsultasikan.

Bagi pelamar yang TMS, tentu saja sangat rugi. Namun ada instansi yang membuka jalur offline, sehingga bisa melakukan perbaikan. “ Kelebihan kita bisa gunakan online dan offline, yang gak lulus online, bisa lewat offline perbaiki dengan baik. Bisa tanya langsung di BKD kalau ada masyarakat yang masih bingung,” ucapnya.

Total pelamar CPNS dari data BKD hingga 8 Oktober sebanyak 29.677 pada 11 Pemda di NTB. Untuk pendaftar CPNS di lingkup Pemprov NTB jumlahnya telah mencapai 2.839 orang. Sedangkan jatah yang disediakan sebanyak 433 formasi.

Selanjutnya pendaftar di Pemkot Mataram sebanyak 2.830 orang dengan ketersediaan 262 formasi, di Lombok Barat sudah ada 5.591 orang pendaftar untuk 219 formasi, Lombok Tengah tersedia formasi 481 formasi dengan pendaftar hingga saat ini 2.030 orang.

Berikutnya 3.043 orang pendaftar untuk 225 formasi di Lombok Timur, 1.694 orang pendaftar untuk 274 formasi di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebanyak 1.796 orang untuk 238 formasi, kemudian 2.914 orang pendaftar untuk 275 formasi di Kabupaten Sumbawa, 1.938 orang pendaftar untuk 229 formasi di Dompu, 4.245 orang pendaftar untuk formasi 352 di Pemkab Bima. Terakhir, sebanyak 757 orang pendaftar untuk 198 formasi di Pemkot Bima.

Khusus pelamar pada formasi CPNS Pemprov NTB, paling banyak diminati untuk guru Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. “Tapi secara umum sih rata-rata banyak saja peminatnya. Gak ada yang benar sepi peminat,” ungkap Fathurrahman.

Diperkirakan, jumlah pelamar hingga hari penutupan tanggal 15 Oktober, bisa mencapai 40 ribu orang. Mengingat, tingginya antusiasme masyarakat.”Prediksi kita bisa sampai 35 ribu sampai 40 ribu pendaftar. Tahun kemarin formasi 120 saja, yang daftar 19 ribu di Pemprov,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fathurrahman juga menyampaikan lokasi pelaksanaan CAT nantinya. BKD telah menyiapkan dua lokasi, sebanyak 150 station CAT di lingkungan kantor dan 300 CAT di gedung Graha Bhakti.

BACA JUGA: Pelamar CPNS Hanya Boleh Daftar Satu Formasi

Kemudian di Lombok Timur juga disiapkan 180 CAT secara mandiri. “ Titik lokasi tes sudah kita tetapkan meski BKN belum putuskan. Karena belum jelas dimana lokasi tes. Jadi kita ambil inisiatif sendiri. Banyak hal yang harus disiapkan soalnya, agar nanti listrik gak terganggu, jaringan gak terganggu. Kita ingin pelaksanaan tes di NTB ini berjalan sebaik mungkin,” tutup Fathurrahman.

Salah seorang pelamar CPNS, Zulkifli asal Lombok Barat menuturkan, persiapan dokumen membutuhkan waktu berhari-hari. Mengingat, syarat pendaftaran CPNS sangat banyak.

Dirinya selaku orang yang telah memiliki pekerjaan tetap, sebenarnya hanya sekedar mencoba-coba saja mengikuti seleksi CPNS. “ Saya cuma nyoba aja. Tapi kok ribet sekali. Ini aja sudah berhari-hari saya urus untuk daftar. Kalau orang yang kurang pandai teknologi, saya pastikan akan kesulitan. Karena urus ukuran foto aja ribet,” tuturnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut