BIZAM Tetap Jadi Bandara Internasional

Bandar Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok (ist)

MATARAM – Soal adanya usulan pemerintah pusat untuk menurutkan status bandara internasinal menjadi bandara domestik kian menimbulkan perbincangkan dipublik. Tidak terkecuali masyarakat NTB menanyakan soal apakah status Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM) turun kelas menjadi bandara domestik?.

Mengenai hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil NTB, H Ahmad Sukisman Azmy, mempertanyakan langsung kepada  Menteri Bappenas, Suharso Monoarfa soal kejelasan status BIZAM yang diturunkan menjadi domestik pada saat rapat kerja Panitia Perancang Undang Undang PPUU DPD-RI, Senin (21/6) pukul 16.30 Wita via zoom meeting. Dalam kesempatan itu menteri Bappenas, Suharso Monoarfa menegaskan tidak ada penurunan status, BIZAM tetap menjadi bandara Internasional. “Ditekankan oleh pak menteri tidak ada penurunan status. BIZAM tetap menjadi bandara internasional. Bahkan pak menteri menjawab pertama kali baru menjelaskan pertanyaan lain dari anggota PPUU DPD-RI,” ungkap Sukisman Azmy mengutip penyataan menteri Bappenas, Suharso Monoarfa.

BACA JUGA :  Kerugian Benih Jagung Tembus Rp 27 Miliar

Dengan pernyataan tegas dari, menteri Bappenas, Suharso Monoarfa, sambung, Ahmad Sukisman Azmy, makanya pertanyaan yang ramai dibicarakan di NTB khususnya terkait penurunan status tersebut terjawab sudah. Namun mengenai apa yang menjadi alasan Menteri Bappenas, Suharso Monoarfa menyatakan tidak menurunkan status BIZAM menjadi bandara domestik tidak disampaikan saat rapat tersebut. Tapi hanya mempertegas jika tidak ada penurunan status BIZAM. “Namun pak menteri hanya menyatakan statusnya (BIZAM) tetap bandara internasional. Karena banyak pertanyaan yang harus dijawab, beliau (Menteri) menjawabnya singkat tapi jelas,” ucapnya.

BACA JUGA :  Antisipasi Dampak PPKM Darurat Jawa-Bali

Sebelumnya, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah juga telah menyinggung usulan pemerintah pusat yang berencana menurunkan status bandara internasional menjadi domestik pada saat rapat pembahasan isu-isu strategis pembangunan di Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta langkah-langkah terpadu pengembangan kerja sama antar wilayah Bali-NTB-NTT di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Bali, Sabtu (19/6) lalu.

Dalam kesempatan itu, Zulkiefli meminta untuk tidak menyertakan Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM) dalam penyederhanaan airport internasional. “Dengan adanya MotoGp dan internasional event maka mudah-mudahan status internasional Airport dipertahankan karena fasilitas kita more than enough,” ucapnya. (sal)