Bio Farma Tuntaskan Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN di Lombok

UJI KLINIS: Corporate Secretary & Investor Relation Bio Farma, R Rifa Herdian, menggelar jumpa pers terkait pelaksanaan uji klinis fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN kepada sejumlah media di Mataram, Jumat (8/7/2022). (sigitsetyo/radarlombok)

MATARAM–Setelah mendapatkan ijin atau persetujuan pelaksanaan uji klinik (PPUK) fase 3, yang ditandatangani langsung oleh Kepala Balai POM, Penny K Lukito. PT Bio Farma bekerjasama dengan Puskesmas Gunungsari, Lombok Barat, telah melaksanakan uji klinis tahap 3 Vaksin Covid-19 BUMN kepada 1000-an relawan di Lombok, Provinsi NTB.

“Vaksin Covid-19 BUMN produksi Bio Farma ini merupakan vaksin pertama yang pengembangannya dari hulu ke hilir dilakukan di Indonesia. Namun dapat dipastikan mulai dari tahapan riset hingga uji klinis, semua telah memenuhi standar tinggi sesuai regulasi internasional,” kata Corporate Secretary & Investor Relation, R Rifa Herdian kepada sejumlah media di Mataram, Jumat (8/7/2022).

Disampaikan Rifa, vaksinasi Covid-19 merupakan game changer, untuk membantu bangsa Indonesia keluar dari permasalahan pandemi.

Sehingga kiprah Bio Farma dan anak usahanya dalam memerangi pandemi, merupakan bentuk komitmen dari BUMN Farmasi untuk menjalankan peran strategis dalam menjaga stabilitas penyediaan dan distribusi vaksin secara nasional, yang tentunya dengan memenuhi standar tertinggi WHO.

Baca Juga :  Pengusaha Siap Sediakan Vaksin Secara Mandiri

Pelaksanaan uji klinis fase 3 dan kunjungan ke Site Uji Klinis Lombok ini, adalah sebagai bentuk apresiasi dari Manajemen Bio Farma atas kerjasama tim peneliti, Dinkes dalam hal ini Puskesmas Gunungsari, dan masyarakat Lombok yang terjalin baik.

“Untuk itu, mewakili Bapak Dirut dan BoE Bio Farma mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah mendukung penelitian dan pengembangan vaksin BUMN ini, yang merupakan wujud dari kemandirian bangsa Indonesia dalam melawan pandemi Covid-19,” ujar Rifa.

Selain dilaksanakan di Lombok, sambung Rifa, uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19 BUMN ini juga dilakukan di Semarang (Jawa Tengah), Padang (Sumatera Barat) dan Kota Makassar (Sulawesi Selatan).

“Untuk di Lombok dan Semarang, kita (Bio Farma) bekerjasama dengan Fakultas Kedoktetan (FK) Universitas Diponegoro. Sementara di Padang dengan FK Universitas Andalas, dan di Kota Makassar bekerjasama dengan FK Universitas Hasanudin,” jelas Rifa seraya menambahkan, Vaksin Covid-19 BUMN ini merupakan hasil kerja sama Holding BUMN Bio Farma dengan Baylor College of Medicine.

Baca Juga :  3000 Perusahaan di NTB Daftar Vaksin Mandiri

Sementara dr. Yetty Movieta Nency, Sp.A(K)-IBCLC, Ketua Tim Peneliti Center Semarang FK Undip (Team Uji Klinis Fase 3 Vaksid Covid-19 BUMN), menjelaskan dengan telah dituntaskannya uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 BUMN, maka selanjutnya akan menerima Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Berikutnya setelah Vaksin Covid-19 BUMN ini mengantongi EUA, maka langkah selanjutnya adalah mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sebelum nantinya Vaksin Covid-19 BUMN diproduksi untuk kebutuhan program vaksinasi nasional,” jelas Yetty.

Sebelumnya, Vaksin Covid-19 BUMN ini telah diuji klinis tahap pertama, untuk mengetahui keamanan vaksin, yang hasilnya aman untuk disuntikkan ke manusia.

Kemudian lanjut uji klinis tahap 2 untuk mengetahui bagaimana vaksin dapat menghasilkan imun (perlindungan) bagi tubuh manusia.

Dan sekarang uji klinis tahap 3, yang merupakan tahap akhir, sebelum vaksin nanti diproduksi massal sesuai kebutuhan. (gt)