Bima Kembali Diterjang Banjir

TINJAU : Bupati Bima Hj Indah Damayanti Puteri mengunjungi lokasi terdampak banjir, Rabu pagi (18/1).

BIMA – Bupati Bima Hj Indah Damayanti Puteri, Rabu pagi (18/1) meninjau lokasi terdampak banjir. Tepatnya di aliran sungai La Sambi Desa Talabiu. Talabiu merupakan desa terdampak banjir paling parah di wilayah Kabupaten Bima.

Sekitar pukul 08.12 wita, rombongan bupati tiba di lokasi tersebut. Didampingi Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Nur dan Kepala PU Kabupaten Bima Ir Nggempo ST MT. Di lokasi tersebut, bupati sempat melihat kondisi aliran sungai yang beberapa hari lalu sempat diperlebar dan diperdalam. Serta melihat kondisi lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat dibangunnya jembatan di wilayah itu.

Bupati dan wakil bupati sempat berbincang – bincang dengan warga di sekitar lokasi tersebut. Dan mengimbau masyarakat untuk bersabar. Dalam menghadapi bencana banjir tersebut. Saat diwawanacari Radar Tambora di lokasi terdampak banjir, Hj Indah Damayanti Puteri membenarkan ada beberapa wilayah di Kabupaten Bima terdampak banjir. D iantaranya Desa Campa Kecamatan Madapangga, Kecamatan Belo, Woha, Langgudu, Ambalawi dan juga Monta. 

Mengantisipasi kembali terjadinya banjir di wilayah Kabupaten Bima, perempuan yang akrab disapa Dinda ini mengaku akan melakukan normalisasi sungai. Agar air hujan yang mengalir di sungai tidak meluap ke pemukiman warga.  "Sungai ini baru beberapa hari yang lalu diperlebar dan diperdalam. Ini sebagai langkah antisipasi kami agar air tidak meluap ke pemukiman warga," jelas Dinda. 

Untuk jumlah kerusakan akibat banjir tersebut masih dilakukan pendataan. Namun dari dua kecamatan terparah yakni Belo dan Woha tidak terdampak pada kerusakan rumah. Hanya saja terendam. "Untuk kerugian masih didata. Kalau kerusakan tidak ada, hanya terendam saja," pungkasnya.

[postingan number=3 tag=”banjir”]

Akibat banjir, Selasa (17/1) satu tiang listrik beton di Desa Campa Kecamatan Madapangga roboh. Akibatnya, tiga gardu yang dilayani tiang tersebut mengalami pemadaman. Informasi yang dihimpun Radar Tambora, Desa Campa merupakan satu dari beberapa desa terdampak banjir. Satu tiang beton roboh akibat banjir tersebut. Tiang tersebut melayani penyaluran listrik ke tiga gardu.

Dua gardu pelanggan umum dan satu gardu milik telkomsel. Hal tersebut mengakibatkan pemadaman listrik pada 300 pelanggan di Desa Campa.  Asisten Manajer Pelayan dan Administrasi PLN Cabang Bima Rachman Yuanda pada Radar Tambora membenarkan hal tersebut. Diakui Rachman ada satu tiang listrik di Desa Campa yang roboh karena terdampak banjir.

Rachman, Selasa (17/1) menjelaskan, terjadi hujan lebat di Desa Campa. Yang mengakibatkan meluapnya air sungai. Serta merobohkan tiang listrik tersebut. Akibatnya tiga gardu yang dilayani mengalami pemadaman. "Informasi yang kami peroleh, pemadaman itu disebabkan adanya tiang listrik yang tumbang. Untuk tiga gardu tidak terendam," tuturnya.

Menurut Rachman, Rabu (18/1) PLN Cabang Bima langsung melakukan proses pemulihan. Tiang yang roboh diganti dengan pemasangan tiang yang baru. Agar pelanggan yang ada di wilayah tersebut bisa segera menikmati jaringan listrik. "Target kami prosesnya segera pulih, listrik kembali normal," pungkasnya.

Hal tersebut diakui sama Bupati Bima Hj Indah Damayanti Puteri. Diakui Dinda, di Campa sempat terjadi pemadaman listrik. Diduga akibat banjir yang mengakibatkan robohnya satu tiang listrik di wilayah tersebut. "Alhamdulillah yang mengalami gangguan hanya di Campa saja. Untuk wilayah lain, aman," pungkasnya. (yet)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid